21 April 2022, 22:26 WIB

Perkuat Ekosistem Blockchain, Tokocrypto Kembangkan TokoVerse 


Mediaindonesia.com | Teknologi

Dok. Tokocrypto
 Dok. Tokocrypto
Logo Tokocrypto

PLATFORM perdagangan aset kripto, Tokocrypto terus mengembangkan ekosistem teknologi blockchain di Indonesia lewat TokoVerse. Pembentukan TokoVerse ini merupakan tonggak sejarah baru yang menandai evolusi Tokocrypto dari platform perdagangan aset kripto, menjadi sebuah ekosistem terintegrasi yang memanfaatkan teknologi masa depan,yakni blockchain. 

CEO Tokocrypto Pang Xue Kai menjelaskan sejak awal berdiri pada 2018, Tokocrypto terus berkomitmen menciptakan industri aset kripto lebih legitimate dan mainstream di Indonesia, melalui pengembangan inovasi teknologi dan upaya-upaya edukasi dengan membawa manfaat yang lebih besar bagi perekonomian Tanah Air. 

“Pencapaian Tokocrypto sejak aplikasi kami diluncurkan empat tahun tahun lalu merupakan bukti kepercayaan nasabah, partner bisnis dan investor terhadap visi dan model bisnis yang kami kembangkan. Pertumbuhan Tokocrypto sangatlah pesat. Dari 2020 hingga 2021, jumlah transaksi harian yang diproses dalam platform kami melesat 754% dan telah mencapai lebih dari US$ 191 juta atau setara Rp 2,7 triliun,” kata Kai. 

Pengembangan bisnis Tokocrypto tidak hanya berhenti hanya sebagai exchange atau perdagangan aset kripto saja. Dalam perjalanannya, Tokocrypto memperluas pemanfaatan teknologi blockchain di Indonesia, dengan menghadirkan TokoVerse untuk membangun ekosistem blockchain yang berkelanjutan di Indonesia. 

Pengembangan platform di ekosistem TokoVerse memanfaatkan kombinasi sinergis mulai dari domain Decentralized Finance (DeFi), GameFi dan Non-fungible token (NFT). Ekosistem ini didirikan dengan dorongan adopsi dari perkembangan industri aset kripto di Tanah Air. 

"TokoVerse merupakan ekosistem blockchain pertama di Indonesia yang dibangun oleh Tokocrypto, di mana TKO, proyek kripto dengan token hybrid berkonsep CeDeFi menjadi backbone dalam pengembangan ekosistem tersebut. TokoVerse menjadi bukti komitmen dari Tokocrypto untuk membangun ekosistem berbasis blockchain yang berkelanjutan," tutur Kai. 

Beragam platform yang dihadirkan di ekosistem TokoVerse dari Tokocrypto termasuk TKO (Toko Token) yang merupakan Token aset kripto utilitas yang dibuat oleh Tokocrypto. TKO merupakan proyek kripto lokal Indonesia pertama yang beroperasi berdasarkan model token hybrid unik yang menggabungkan utilitas Centralized Finance (CeFi) dan Decentralized Finance (DeFi). 

Baca juga : Dorong Transformasi dan Kembangkan Talenta Digital, Accenture Resmikan ADC di Semarang 

Selain itu juga ada TokoMall yang menjadi pelopor lokapasar (marketplace) non-fungible token (NFT) bagi kreator lokal Indonesia. TokoVerse juga merangkum TokoCare yang merupakan platfrom inisiatif Tokocrypto dalam ranah CSR (Corporate Social Responsibility) yang mengusung KolaborAKSI (berkolaborasi dan beraksi). 

Di sisi lain, juga ada TokoScholars yang menjadi plafrom inisiatif dari Tokocrypto dalam memberikan edukasi terkait kripto dan teknologi blockchain. TokoVerse juga mengembangkan Kriptoversity, aplikasi edukasi dengan konsep learn & earn pertama di Indonesia yang berisi materi pembelajaran tentang aset kripto dan ekosistem blockchain. 

Selain itu juga ada TokoLabs yang merupakan inkubator startup blockchain, lalu T-Launchpad, T-Hub. dan TokoNews yang merupakan platform portal berita agregator terkait blockchain dan aset kripto. 

Kai menegaskan, TokoVerse merupakan komitmen jangka panjang pihaknya untuk mengembangkan teknologi blockchain untuk mendorong perekonomian nasional. Riset PwC mengungkap teknologi blockchain dapat meningkatkan ekonomi global US$ 1,76 triliun pada 2030. Sektor administrasi publik, pendidikan, dan kesehatan akan paling diuntungkan. 

Sementara, Kementerian Perdagangan mencatat teknologi blockchain bersamaan dengan 5G, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, dan cloud computing bisa mendorong ekonomi digital Indonesia menjadi Rp4.531 triliun pada 2030. 

"Kripto dan seluruh ekosistem blockchain sedang mencoba untuk membuat internet baru, yang oleh banyak orang disebut Web3, seperti halnya Google dan Microsoft yang membantu menciptakan Web1. Teknologi blockchain akan mendominasi dunia selama 10-20 tahun ke depan dan dapat membantu memecahkan beberapa masalah ekonomi atau menguranginya,"pungkas Kai 

Tokocrypto saat ini memiliki 2,5 juta pengguna per Maret 2022. Angka tersebut naik sekitar 35% dari posisi akhir 2021 yaitu sekitar 2 juta pengguna. Sementara, itu dari sisi transaksi atau volume trading aset kripto selama kuartal I 2022 telah mencapai $ 47,9 juta. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT