18 April 2022, 20:48 WIB

Dukung Digitalisasi Pasar Tradisional, Pintap Siapkan Solusi Teknologi 


Mediaindonesia.com | Teknologi

Ilustrasi
 Ilustrasi
Ilustrasi digitalisasi pasar tradisional

PANDEMI menyisakan dampak di berbagai sektor, tidak terkecuali bagi perdagangan di pasar tradisional. Selama pandemi berlangsung di Indonesia, data menunjukan bahwa Omzet pedagang di pasar tradisional turun hingga 50%. Penurunan omzet tersebut terindikasi terjadi di 285 kabupaten dan kota Indonesia. 

Dampak tersebut sangat disayangkan mengingat pasar tradisional merupakan potensi besar untuk menopang perekonomian Indonesia. Potensi pasar tradisional tercemin dari besarnya jumlah pelaku pasar tradisional di Indonesia sebesar 3,6 juta. Selain itu, sekitar 60-70% transaksi perdagangan retail terjadi di pasar tradisional. Potensi transaksi di pasar tradisional juga dapat berkontribusi hingga 60% dari Produk Domestik Bruto Indonesia. 

Founder & Director PT Solusi Pintap Indonesia (Pintap) Yunosuke Shigesato mengatakan, potensi besar itu dapat dimanfaatkan salah satunya adalah melalui peran digitalisasi pasar tradisional. Digitalisasi pasar tradisional akan sangat berperan dalam hal transaksi dan pembayaran serta dibutuhkan peran swasta dalam mewujudkannya. 

Menyikapi hal ini, PT Solusi Pintap Indonesia (Pintap); perusahaan berbasis layanan data dan produk B2B (business-to-business), turut serta mendorong pasar tradisional untuk bertransformasi secara digital. 

"Pintap menghubungkan dan menyediakan lebih banyak peluang antara klien dengan lebih dari 10.000 komunitas dan atau pelaku pasar tradisional di Indonesia, seperti warung, grosir, penjual lapangan, freelance motoris, dan komunitas ibu-ibu," kata Shigesato dalam diskusi virtual, Senin (18/4). 

Dalam hal digitalisasi pasar tradisional, Pintap berupaya untuk selalu mewujudkan jaringan di pasar tradisional menjadi data dan aksi nyata. Hal tersebut dimungkinkan karena Pintap memiliki platform sendiri di sisi pasar tradisional sehingga dimungkinan untuk memperoleh data primer dalam hal transaksi dan atribusi. 

Baca juga : Tawarkan Teknologi Berbasis Cloud, Shipsy Dukung Otomatisasi Industri Logistik

Shigesato menegaskan, pihaknya memandang tantangan di ekosistem pasar tradisional adalah bagaimana menciptakan infrastruktur dan atau jalur untuk memonetisasi berbagai peluang dari hulu atau klien untuk disalurkan ke pelaku ekonomi kecil di berbagai daerah sehingga menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan beragam di Indonesia. 

"Hal ini merupakan landasan kami dalam menciptakan 2 skema model bisnis ini, yaitu Layanan Bisnis Berbasis Data (Software as a Service SaaS) untuk Klien dengan membantu klien untuk melakukan beragam aksi bisnis di pasar tradisional dengan mendukung analisis data dan dukungan dalam aksi penjualan dan pemasaran klien," jelasnya. 

"Kedua interaksi langsung pelaku pasar tradisional. Kami membantu klien untuk melakukan aksi langsung dalam ekosistem pasar tradisional. Kami percaya bahwa komunitas pasar tradisional memiliki kekuatan. Kami terus berkontribusi untuk mencari sponsor yang membantu pertumbuhan komunitas usaha kecil dan menengah di Indonesia," imbuh Shigesato. 

Shigesato menegaskan, Pintap mendukung dan menyambut baik peran penting klien untuk bekerja sama dan memadukan aksi sosial dan bisnis untuk mendukung para pelaku pasar tradisional. Melalui teknologi dan dan komunitas, 

"Pintap akan selalu berpandangan ke depan untuk mencerahkan dan memberdayakan ekonomi kecil tradisional dengan menyediakan lebih banyak peluang kepada Klien dan pelaku pasar tradisional," pungkasnya. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT