13 March 2022, 15:01 WIB

Berganti Karier, Angel Sukses Jadi Product Designer di Startup Unicorn


mediaindonesia.com | Teknologi

Ist
 Ist
Angel, product designer di startup atau perusahaan rintisan terkemuka di Indonesia yang masuk Unicorn.

ANGEL semula meniti karier sebagai seorang auditor di auditor di salah satu perusahaan akuntan publik dan juga akuntan di perusahaan milik pemerintah.

Selama bekerja, Angel merasa waktunya terlalu banyak dipakai hanya untuk bekerja. Ia pun mulai berpikir dan mencari pekerjaan yang sesuai hasratnya bukan pekerjaan sebagai auditor.  

“Aku resign tuh karena aku ngerasa  kayaknya waktu aku banyak banget kemakan gitu," tutur Angel dalam keterangan pers, Minggu (13/3).

Angel mengatakan dirinya pernah harus bekerja sampai pukul 4 pagi. Dalam rutintinas bekerja sehari-harinya, Angel biasanya pulang pukul 22.00.

"Gue bayangin nggak mungkin kan gue kerja kayak gitu selamanya?" tutur Angel.

Akhirnya Angel memilih untuk menjadi seorang akuntan di suatu perusahaan pemerintahan.

“Akhirnya aku pindah nih jadi akuntan, dan well aku kerja di pemerintahan waktu itu. Orang bilang sih oke banget lah ya di pemerintahan, udah settle, udah calon idaman mertua gitu deh," tutur Angel.

Namun ia menyadari pekerjaannya saat itu bukanlah karier yang ingin didambakannya.

“Tapi pada saat itu aku sadar satu hal, bahwa kerja itu enggak cuma soal uang. Tapi juga soal seberapa suka kah kita sama pekerjaan itu? seberapa dibutuhkan sih pekerjaan tersebut buat orang lain? dan juga seberapa bagus kita di bidang itu?," pikirnya saat iu.

Namun Angel berubah pikiran dan menjadi seorang akuntan bukanlah 'ikigai' (nilai kehidupannya-bahasa Jepang).

"Aku ngerasa jadi akuntan itu bukan ikgai-ku. Jadi dari situ aku memutuskan untuk mencoba switching career,” jelasnya.

Setelah searching di Google, Angel menemukan Purwadhika Digital Technology School Bandung. Saat itu, ia tertarik pada bidang Data Science.

Namun ternyata Angel tak begitu menyukai dan akhirnya memutuskan kelas User interface design dan User experience atau UI/UX Design.

“Selama di Purwadhika, kurang lebih aku belajar 5 bulan dan itu selama pandemi, di sini aku belajar banyak hal dari praktiksi langsung. Mulai dari UX research, UX design, hingga UI design dan sebenarnya semua ilmu yang ada di Purwadhika itu dipakai semua, bahkan sampai sekarang sih, aku masih suka ngubek-ngubek materi yang kemarin,” tutur Angel.

Sebagai peserta dari program Job Connector Purwadhika, Angel mengaku selain sangat intensif, programnya memberikannya persiapan untuk membangun portofolio yang dapat dibawa untuk melamar di berbagai perusahaan

Angel pun berhasil untuk meraih karier baru sebagai product designer di startup atau perusahaan rintisan terkemuka di Indonesia yang masuk Unicorn.

Apa yang dicapai Angel telah membuktikan apabila talenta digital Indonesia juga memiliki kompetensi yang diakui tidak hanya secara lokal tapi juga secara internasional. (RO/OL-09)

 

BERITA TERKAIT