11 March 2022, 17:07 WIB

Tinggalkan Pekerjaan, Vincent Pilih Geluti Bidang Coding Sesuai Passion


mediaindonesia.com | Teknologi

Ist
 Ist
Kini alumni Purwadhika Digital Technology School Bandung, Vincent, berkarier di bidang coding di perusahaan Bithealth, Jakarta.

BERMULA dari salah satu mata kuliah tentang pemrograman yang didapatkannya ketika kuliah di jurusan Teknik Elektro, membuat Vincent, salah satu alumni Purwadhika Digital Technology School Bandung dari program Job Connector Full Stack Web Development sejak itu menemukan ketertarikan dengan dunia coding.

Akhirnya Vincent memantapkan diri untuk meninggalkan pekerjaan sebelumnya demi meraih karier yang sesuai dengan passion-nya di dunia coding yang sempat dikubur sebelumnya.

Meskipun kini akhirnya Vincent berhasil meraih karier impiannya sebagai seorang Associate Software Engineer di Bithealth, Jakarta, Vincent mengaku bahwa perjuangannya untuk sampai di titik ini bukanlah hal yang mudah.

Bithealth adalah perusahaan penyedia layanan kesehatan digital di Indonesia, menciptakan inovasi berbasis Artificial Intelligence (AI) melalui platform Automatic Text Recognition (ATR).

Ia mengatakan ada berbagai proses yang dialami sendiri hingga akhirnya memutuskan untuk shifting career.

“Seiring berjalannya waktu itu di elektro itu kan ada pelajaran basic coding gitu, dan di situ aku mulai ngerasa ternyata coding itu asik juga,” jelas Vincent dalam keterangan pers, Jumat (11/3).

"Cuma karena ada stigma kalau sudah kuliah tentang elektro, ya kita harus fokusnya ke elektro aja, nah dari situ ya udahlah kayak dikubur saja impian buat belajar coding, anggap cuma sekedar mata kuliah aja kan coding itu,” tutur Vincent.

Namun kendati berniat untuk dipendam, ketertarikan Vincent terhadap coding pun terus muncul. Hal itu dapat dilihat dari tempat magang yang dipilih oleh Vincent selama semester 5, ternyata merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan chip kartu.

Di perusahaan itu, ia sedikit banyak belajar bahasa pemrograman C Sharp, dan merasa tertantang untuk belajar lebih lanjut tentang coding,

Namun saat itu, Vincent kembali mengurungkan niatnya demi fokus pada perkuliahannya di Teknik Elektro.

Bahkan dalam tugas akhir kuliahnya pada saat itu juga berhubungan dengan coding yaitu membuat aplikasi Android sebagai tugas akhirnya.

Vincent juga menambahka, Setelah lulus dan mulai cari kerja, tentunya cari pekerjaan yang berhubungan dengan bidang Teknik Elektro dan akhirnya aku masuk MT (Management Trainee) selama hampir 1 tahun."

"Hingga akhirnya rasa suka sama coding itu di muncul lagi, ditambah di satu sisi juga orang tua mulai kangen. Kuliah di Yogyakarta selama 4 tahun, terus lanjut kerja di Riau waktu itu," katanya.

"Tapi orang tuaku bilang 'Udahlah nggak usah kerja jauh-jauh jabotabek aja supaya kita sering ketemu' dari situ secara realistis aku menyadari potensi kerja sebagai Teknik Elektro di Jabodetabek itu engga terlalu banyak,” ucapnya.

Sampai akhirnya Vincent berkesempatan untuk mengikuti interview sebagai Android developer.

Tapi dalam interview tersebut, Vincent menyadari bahwa skill yang dimilikinya masih jauh dari requirement-nya, dan membuatnya merasa tidak percaya diri, meskipun selama kuliah Ia sempat belajar coding.

“Akhirnya aku memutuskan untuk pilih daftar Purwadhika. Pertama dari segi budget, aku sanggupnya segitu, terus juga melihat dari berapa lama purwadhika di bidang pendidikan itu bergerak, karena aku lihat juga lama banget nih, pasti kredibilitasnya bisa terjaga gitu," jelasnya.

"Akhirnya aku putuskan untuk masuk Purwadhika dan resign dari tempat kerja yang lama dengan pemikiran, dan move on dari dunia Teknik Elektro karena aku bener-bener dari awal suka sama coding,” kata Vicent.

Meskipun mengaku sedikit kesulitan di awal ketika mulai lagi belajar coding, Vincent membagikan perasaannya saat itu.

“Apa yang dipelajari di Purwadhika ini juga sebenarnya sangat relevan dengan dunia kerja, karena setelah lulus dari Purwadhika teman-temanku yang IT juga bilang "oh kamu udah belajar ini di Purwadhika?" ucapnya.

"Ternyata yang dipelajari itu benar-benar kepake gitu, kayak contohnya Framework, Framework react, itu react salah satu framework front end yang paling pakai saat ini. terus dari backend kita diajarin juga nodeJS, untuk mobile-nya sendiri juga sempet dapet dari Purwadhika gitu," paparnya.

"Sampai akhirnya aku masuk ke proses cari kerja lagi, dimana kali ini aku berhasil dapat kerja yang sesuai dengan skill aku, berbekal dari Purwadhika, dan tentunya dengan rasa kepercayaan diri.” ujar Vincent

Terlebih lagi Vincent membagikan bahwa Ia sangat suka dengan pekerjaannya sekarang. Selain karena pekerjaannya berada di industri IT, memiliki rekan kerja yang sangat suportif dan terus mendukungnya untuk bertumbuh menjadi poin plus baginya.

Di akhirnya interview-nya, Ia juga mengaku bangga menjadi bagian dari Bithealth.

 “Yang aku banggain dari kerja di sini adalah core value dari Bithealth itu sendiri, yaitu enggak hanya untuk memberikan impact untuk individu tapi juga ke masyarakat luas, karena dunia kesehatan ini kan, 2 tahun belakang ini menjadi ujung tombak perindustrian di Indonesia kan ya,' kata Vincent.

Program Job Connector sendiri merupakan program full time training berdurasi 12-14 minggu di mana para siswa akan belajar secara intensif untuk bisa meraih karier sebagai Digital Marketer, Full Stack Web Developer, UI/UX Designer, dan Data Scientists.

Program ini bisa menjadi solusi untuk membantu mereka yang ingin memulai karier di dunia digital dan juga membantu perusahaan-perusahaan hiring partner mendapatkan talenta digital yang berkualitas.

Dilansir dari laman resmi milik Purwadhika, saat ini bersama dengan Bithealth, Purwadhika memiliki program beasiswa 100% untuk tiga orang terpilih, khusus untuk program Job Connector Full Stack Web Development dengan metode belajar live stream. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT