01 March 2022, 10:30 WIB

TikTok Mulai Hadirkan Opsi Durasi Video Panjang


Basuki Eka Purnam | Teknologi

AFP/Olivier DOULIERY
 AFP/Olivier DOULIERY
Logo Tiktok terlihat di sebuah layar ponsel.

TIKTOK sudah awam dikenal sebagai platform berbagi video pendek. Namun, kini, anak perusahaan ByteDance itu tengah berekspansi ke pengguna yang lebih banyak lagi, khususnya penggemar video panjang karena kini pengguna sudah mulai bisa mengunggah video hingga 10 menit.

Nampaknya opsi unggah 10 menit itu baru muncul di kawasan Amerika Serikat (AS) dan Eropa namun tentunya tidak lama lagi opsi itu akan muncul secara global.

"Tahun lalu, kami mengenalkan video yang lebih panjang, memberikan komunitas kami lebih banyak waktu untuk berkreasi maupun untuk mendapatkan hiburan di TikTok. Hari ini, kami semangat mengeluarkan fitur baru mengunggah video sampai 10 menit dan kami berharap dapat menjangkau potensi kreativitas dari para kreator kami di seluruh dunia," kata juru bicara TikTok dikutip dari The Verge, Selasa (1/3).

Baca juga: TikTok Uji Konten dengan Pembatasan Usia

Baru beberapa pengguna yang menerima notifikasi untuk fitur unggah video dengan durasi 10 menit tersebut, termasuk Konsultan dan Analis Media Sosial Matt Navarra yang menunjukkan pembaruan aplikasi TikTok-nya lewat cuitan di akun Twitter @mattnavara.

Analis itu berpendapat, hal itu menjadi cara TikTok untuk memiliki hubungan yang lebih baik dengan penggunanya dan memudahkan monetisasi.

Tentunya ini juga akan menjadi persaingan yang makin sengit antara TikTok dan YouTube mengingat kini keduanya berlomba- lomba menjadi platform penyedia video bagi audiens global.

Matt Navara ikut berpendapat bahwa TikTok kini harus bekerja ekstra keras untuk memastikan posisi dan juga keberlangsungannya sebagai platform video di tengah- tengah migrasi para pesaingnya seperti Reels dari Meta, Shorts dari YouTube, dan Spotlight dari Snapchat menghadirkan fitur video pendek.

"Mereka harus bisa menghadirkan rumah bagi konten- konten berdurasi panjang mengingat feed vertikal kurang cocok dengan bentuk konten panjang dan lebih cocok dengan konten berdurasi pendek yang biasanya menjadi keahlian mereka," ujar Matt. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT