30 November 2021, 20:50 WIB

DICIRI Kembangkan Metaverse, Platform Meeting Online Buatan Anak Bangsa 


Ghani Nurcahyadi | Teknologi

Dok. Pribadi
 Dok. Pribadi
Founder DICIIR 4.0 Ponco Pamungkas memperkenalkan pengembangan Metaverse ke Walikota Bogor Bima Arya

PERUSAHAAN rintisan (Startup) DICIRI 4.0 memperkenalkan pengembangan platform Metaverse, sebuah platform pertemuan (meeting) secara virtual buatan anak bangsa. Pengembangan platform itu diperkenalkan langsung oleh pendiri DICIRI 4.0 Ponco Pamungkas di ajang Rekayasa Pasar kreatif di Bogor Creative Center. 

Ponco yang juga Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Kota Bogor itu menjelaskan, pengembangan Metaverse dilakukan sebagai bentuk komitmen pihaknya untuk terus melahirkan karya di tengah pandemi. DICIRI sendiri tercatat sudah mengembangkan dua aplikasi yang menyasar pekerja kreatif di sektor periklanan. 

"Sekarang kami sedang membangun lingkungan kerja virtual Metaverse untuk roda ekonomi, ekosistem dan peluang kerja yang lebih luas lagi walau kami harus bersabar untuk mengembangkannya, nantinya DICIRI akan menggeser meeting atau diskusi online ke metaverse, baik sesama creators atau dari creators ke client agar interaksi lebih maksimal dan lebih personalized walaupun secara virtual, target kami akan rampung di 2025.” kata Ponco dalam keterangannya. 

Di sisi lain, Ponco juga mengapresiasi gelaran Rekayasa Pasar kreatif di Bogor. Menurutnya, Rekayasa Pasar Kreatif adalah cermin gairah para pengusaha dan atau pekerja kreatif selama dua tahun terakhir untuk menunjukan kemampuan beradaptasi dan berkolaborasi.

“Jangan pikir adaptasi dan kolaborasi untuk sesama pekerja kreatif dulu ya, Bumi dan isinya pun mengandung kekayaan alam dan ilmu pengetahuan (contohnya melek ilmu digital) adalah bentuk adaptasi dan kolaborasi untuk diri sendiri.” ungkap Ponco yang juga sebagai digital creator pemain Juventus dan kapten timnas Italy Giorgio Chiellini sejak 2013. 

Baca juga : Espay Perkuat Ekosistem Digital Kapal Ferry lewat Aplikasi Ferizy 

Ponco menegaskan, Kota Bogor mempunyai potensi di sektor kreatif karena cukup banyak warga Bogor yang kreatif dengan kemampuan mencari solusi melalui beragam ide namun ide tanpa implementasi cukup sulit dianggap kreatif mengingat cukup banyak sumber ide yang muncul di era teknologi dan informasi seperti sekarang ini. 

"Maka Implementasi yang perlu didukung untuk menjadi pemenuh roda ekonomi yaitu menggerakan ekosistem atau setidaknya mampu membuka peluang kerja di masyarakat yang bukan hanya ajang pemenuh hasrat dan idealisme pribadi atau kelompok. Itulah kenapa masyarakat perlu memahami konteks dan literasi ekonomi kreatif yang lebih dalam lagi," ujar Ponco. 

Ponco menambahkan. Rekayasa Pasar Kreatif begitu bermanfaat bagi pelaku ekonomi kreatif yang gemar berkarya karena Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberi ruang kreatif kepada generasi muda dengan cara membangun Creative Center di berbagai kota, salah satunya di Kota Bogor yaitu Creative Center Bogor. Gedung tersebut bisa dimanfaatkan untuk berbagai acara seperti pertunjukan seni budaya, kreasi, workshop, ruang pameran. 

"Maka sudah senafas bagi pelaku ekonomi kreatif di Kota Bogor untuk terus mewujudkan Jabar yang juara melalui inovasi sebagai ruang untuk masyarakat bereksplorasi dan mengekspresikan diri mereka," pungkas Ponco. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT