10 November 2021, 19:58 WIB

Disrupto Hadirkan Pameran Seni Berbalut Teknologi Terkini


Mediaindonesia.com | Teknologi

DOK Disrupto.
 DOK Disrupto.
Ruang terakhir ditempati oleh empat video artistik rancangan Wivisual dan CAP. 

TEKNOLOGI merupakan bagian penting dari peradaban kita. Hampir setiap aspek hidup di masa modern ini digerakkan oleh teknologi, termasuk seni. Dalam rangka merayakan integrasi seni dan teknologi, Disrupto dan Connected Art Platform (CAP) berkolaborasi melahirkan enam instalasi media baru di Disrupto Digital Hub, The Breeze, BSD City.

Dalam proyek ini, CAP memanifestasi delapan pilar visioner Disrupto dengan bekerja sama dengan tiga seniman kenamaan Indonesia. "Instalasi-instalasi seni tersebut merepresentasikan pilar-pilar Disrupto yang memiliki misi untuk menjadi ekosistem pemikiran-pemikiran inovatif para generasi muda dalam langkahnya menjawab tantangan hidup manusia di masa depan, khususnya yang berhubungan dengan percepatan teknologi digital," ujar CEO & Partner Disrupto, Gupta Sitorus, di BSD City, Rabu (10/11).

Di ruang pertama terdapat Me.ro.tan, instalasi karya Ady Setiawan yang merepresentasikan kearifan lokal Indonesia dan konservasi alam dalam konteks urban. Bilah-bilah rotan dibentuk menyerupai wujud goa alam yang kemudian memproyeksikan animasi visual yang diolah secara digital, menggerakkan bilah-bilah rotan secara visual. Metode ini merupakan upaya untuk membuat jukstaposisi kedua objek fisik (rotan) dan persepsi yang dimanipulasi dengan teknologi digital (video mapping) menjadi satu peleburan pengalaman ruang fisik-virtual yang singular.

Di ruang kedua hadir Mirum Voltus v2.0 oleh Notan Lab. Instalasi ini mengintegrasikan bangun kubus yang menampilkan gambar mandala digital pada tiap sisi. Mandala-mandala tersebut kemudian memancarkan cahaya yang dikalibrasikan oleh dinamika aktivitas media sosial ketika kata atau tagar tertentu dipublikasikan (ditampilkan pada layar monitor).

Ruang terakhir ditempati oleh empat video artistik rancangan Wivisual dan CAP. Video pertama disebut Finding Space; yang kedua dijuluki Fortune, Power, and Health; ketiga dinamakan Voyage; dan keempat alah Human Upgrade: Our Body and Our Days. Ruangan ini berisi empat seni video yang merepresentasikan gambaran akan empat pilar. 

Menurut Gupta, video ditampilkan pada monitor yang seolah 'mencetak' potongan gambar yang sedang ditampilkan di layar pada lembaran kertas gantung. Konsep dari komposisi instalasi secara keseluruhan yakni menampilkan suatu simulakrum lanskap pulau yang mengambang di tengah ruangan untuk menciptakan sensasi memasuki dimensi yang lain/ Ini sebagaimana kita 'menonton' refleksi hidup kita terkait empat aspek (pilar) teknologi di masa kini dan mendatang.

Baca juga: Jangkau Pasar Lebih Luas, Converse Indonesia Luncurkan Platform Converse.id 

Kehadiran eksibisi seni ini sekaligus bertujuan menggarisbawahi narasi tentang peran teknologi pada realitas sosial, kesadaran lingkungan, dan refleksinya terhadap tingkah laku manusia. Jam operasional instalasi itu yakni Senin-Minggu pukul 10.00-21.00 WIB dan tiket tersedia di loket.com dengan harga Rp10.000. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT