07 August 2021, 15:09 WIB

Masa Depan Non-Fungible Token (NFT) Menjanjikan Bagi Industri Kreatif


mediaindonesia.com | Teknologi

Ist
 Ist
NFT atau non-fungible token dapat diartikan sebagai sertifikat kepemilikan dari sebuah aset digital.

TEKNOLOGI blockchain terus berkembang pesat hingga kini. Salah satu pengembangan blockchain yang sedang ramai diperbincangkan adalah non-fungible token atau biasa disingkat NFT.

“Sederhananya, NFT dapat diartikan sebagai sertifikat kepemilikan dari sebuah aset digital. Sementara aset digital yang dimaksud bisa sangat beragam seperti foto, video, musik, gif, png, dan lainnya,” jelas Pandu Sastrowardoyo selaku CEO DeBio Network, NFT Curator Unique One Network, dan Co-Founder Asosiasi Blockchain Indonesia, pada keterangan pers, Sabtu (7/8).

NFT sebenarnya mulai hadir sejak tahun 2014, namun popularitasnya meroket sejak digital artist bernama Mike Winklemann atau lebih dikenal dengan Beeple menjual karya NFT “Everyday: The First 5000 Days” dengan rekor penjualan termahal di balai lelang Christie’s dengan nilai US$ 69.3 juta atau setara lebih dari Rp1 triliun pada Maret 2021 lalu. 

Pandu lebih lanjut menerangkan, letak keunikan karya seni ada pada essence of rarity atau kelangkaan dari karya yang dijual oleh sang artist atau seniman, sehingga kolektor seni rela mengeluarkan jutaan dolar AS untuk mengoleksi sebuah karya seni melalui balai lelang ternama. 

Lalu saat ini, bagaimana digital art juga bisa memiliki essence of rarity itu? NFT menjadi jawabannya.

“Kelangkaan dalam digital art ada pada titik dimana artist atau kreator melakukan minting karyanya dalam platform NFT. Di titik itulah kepemilikan tidak bisa diduplikasi karena tercatat di blockchain. Hal ini yang menjadi kekuatan NFT dan membuat karya tersebut memiliki nilai kelangkaan,” ujar Pandu.

Tokocrypto sendiri sebagai salah satu pedagang aset kripto nomor 1 di Indonesia akan meluncurkan platform NFT lokal sejalan dengan pengembangan utilitas dari TKO Token.

“Platform NFT marketplace bernama TokoMall di alamat mall.tokoscape.com ini rencananya akan hadir di pertengahan Agustus 2021. Kehadiran TokoMall diharapkan bisa menjadi wadah bagi kreator lokal Indonesia di berbagai kategori untuk memamerkan karyanya dan menjangkau pasar yang lebih luas melalui platform ini,” jelas Chung Ying Lai, Chief Strategy Officer Tokocrypto.

Sebelum peluncurannya, Tokocrypto mengundang para NFT antusias untuk bergabung dan melakukan pre sign-ups di mall.tokoscape.com

“Dalam pre sign-ups ini terdapat kesempatan untuk mendapatkan total hadiah $7000 dan 30 NFT merchandise dari beberapa official merchant partner, dan informasi selengkapnya bisa dilihat di bit.ly/preregisttokomall,” urai Chung Ying Lai.  

Chung Ying Lai lebih lanjut memaparkan, NFT bisa menjadi pilihan bagi para kreator dimasa pandemi ini untuk tetap berkreasi dan produktif memasarkan karyanya dalam format digital dengan tetap menjamin keasliannya.

“Untuk itu Tokocrypto membuka kesempatan bagi para kreator atau artist baik di kategori lifestyle, kreatif, games dan lainnya untuk bergabung di TokoMall. Beberapa merchant yang sudah bekerja sama antara lain Nevertoolavish, Banyan Core, Maximall Footwear, Si Juki, Karya Karsa, dan lainnya,” ujarnya.

Nevertoolavish (NTL) sebagai salah satu sneaker customizers paling bergengsi di Indonesia melihat bahwa NFT merupakan sebuah medium baru sebagai seni digital dengan eksplorasi kreativitas yang tidak terbatas.

“Setelah eksis di dunia artisan customizer, kami memutuskan terjun di NFT dan melihat bahwa sistem serta mediumnya sangat menarik, dimana secara ekosistem dapat menguntungkan dari sisi kreator maupun kolektor,” ujar Muhammad Haudy, CEO & Co-Founder Nevertoolavish. 

Sementara itu, Winny Wong selaku CEO Banyan Core menambahkan bahwa “Indonesia memiliki banyak sekali artist bertalenta seperti arsitek, desain interior, digital artist, pelukis, penulis lagu, aktor, dan lainnya.

Namun sayangnya, mereka tidak banyak terekspos ke global market, bahkan secara umum karya yang dimiliki belum diapresiasi dengan harga yang setimpal.

"NFT akan menjadi kesempatan besar bagi para kreator bertalenta untuk menunjukkan passion dan kreativitas yang dimiliki, dan menjadi strategi dalam mendorong bisnis kreatif di Indonesi,” kata Winny.

Chung Ying Lai lantas mengungkapkan, untuk mengetahui persepsi publik mengenai NFT, Tokocrypto menggelar survei online beberapa waktu lalu kepada komunitas, terkait pendapat dan pemahaman mereka akan tren NFT.

“Dari survei yang dilaksanakan Tokocyrpto pada 5 - 8 Juli 2021 lalu pada 400 responden, sebanyak 67,9% responden memahami NFT sebagai karya seni digital, sementara 23,8% responden menjawab token digital, sementara sisanya menjawab NFT sebagai platform seni atau lainnya,” urainya.

Chung Ying Lai kemudian menjelaskan, bahwa mengeksplorasi NFT akan memberikan beberapa manfaat baik dari sudut pandang kreator maupun sebagai kolektor.

Dari sisi kreator, NFT dapat membantu mereka memperluas eksposur karya seninya mencakup pasar lokal dan internasional juga kesempatan untuk mendapatkan royalti atas karya NFT meskipun telah berpindah tangan ke kolektor lainnya.

“Sementara di sisi kolektor, rasa kepemilikan dan keaslian atas karya NFT dari artist yang disukai menjadi daya tarik utama untuk memiliki NFT, ditambah beberapa NFT memungkinkan pemiliknya untuk menukarkan NFT tersebut ke dalam bentuk barang fisik atau menjadikannya sebagai salah satu investasi jangka panjang,” jelasnya. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT