06 May 2021, 17:25 WIB

Sejumlah Perusahaan Pangkas Kompleksitas dengan Layanan Cloud


Mediaindonesia.com | Teknologi

DOK Pribadi.
 DOK Pribadi.
Teknologi cloud.

SEJUMLAH perusahaan terkemuka dari dunia menggunakan layanan managed cloud dari Red Hat untuk membangun, menjalankan, mengelola, dan meningkatkan aplikasi cloud native di seluruh lingkungan hibrida. Sebagai penawaran yang di-hosting dan sepenuhnya terkelola, layanan ini menyediakan konfigurasi berdasarkan pengalaman bertahun-tahun serta mengalihkan tanggung jawab dan dukungan operasional ke Red Hat.

Dengan begitu, perusahaan besar seperti Andreani, Audi, Japan Research Institute, Pelayo, dan VINCI Energies bisa mendorong lahirnya inovasi-inovasi terbaru, berkembang seiring permintaanm mengurangi kompleksitas dan biaya, serta mempercepat time-to value. Memanfaatkan layanan managed cloud Red Hat, para pelanggan dapat mempercepat kemampuan mereka untuk membangun aplikasi generasi berikutnya, apa pun cloud yang digunakan untuk menjalankan aplikasi tersebut.

Layanan managed cloud Red Hat menyediakan Kubernetes yang fully-managed di semua public cloud terkemuka. Hal ini memungkinkan pelanggan dan partner Red Hat dengan cepat merespons perubahan, mempercepat migrasi mereka ke cloud, dan membangun strategi open hybrid cloud. Semua berbasiskan Red Hat OpenShift, platform Kubernetes perusahaan terkemuka di industri, terlepas dari infrastruktur, cloud, atau staf operasional yang ada.

"Kemudahan menggunakan OpenShift sebagai layanan managed cloud merupakan kebutuhan penting bagi pelanggan, tidak hanya agar mereka dapat menjalankan OpenShift di mana saja, tetapi juga untuk mengalihkan keahlian menjalankan OpenShift ke Red Hat saat mereka fokus pada aplikasi bisnis mereka. Dengan layanan managed cloud dari Red Hat, pelanggan dapat mempercepat kemampuan mereka untuk membangun aplikasi generasi berikutnya, apa pun cloud yang mereka gunakan untuk menjalankan aplikasi tersebut," ujar Sathish Balakrishnan, Vice President, Hosted Platforms Red Hat, dalam webinar, Kamis (6/5).

Red Hat OpenShift Dedicated, Red Hat OpenShift on IBM Cloud, Red Hat OpenShift Service on AWS, dan Microsoft Azure Red Hat OpenShift tersedia secara jointly-managed dan didukung bersama-sama sebagai layanan OpenShift, diakses sebagai penawaran konsol native cloud dari masing-masing penyedia cloud. Layanan ini dirancang untuk mengurangi biaya operasional dan memungkinkan pelanggan dengan cepat merilis aplikasi yang memberikan nilai lebih bagi bisnis. Banyak perusahaan terkemuka sudah menemukan keunggulan pendekatan managed services ini untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Salah satunya, Andreani menyediakan layanan logistik untuk industri farmasi, kosmetik, teknologi, dan telekomunikasi di Argentina dan Brasil. Menghadapi tantangan baru terkait meningkatnya permintaan barang yang dikirim akibat pandemi covid-19, perusahaan beralih ke Red Hat untuk membantu mempercepat rencana transisi ke cloud. Andreani menggunakan Microsoft Azure Red Hat OpenShift, layanan OpenShift Red Hat terkelola yang dihadirkan dan didukung bersama oleh Red Hat dan Microsoft. Dengan beralih ke layanan managed cloud, perusahaan dapat meningkatkan operasinya secara efektif untuk memenuhi lonjakan permintaan pengiriman, mengurangi tekanan pada manajemen teknologi informasi (TI) melalui pemantauan dan patching secara otomatis, dan menyederhanakan proses penerapannya.

Selanjutnya mitra sentral di semua divisi bisnis Audi Group, Audi TI, menjadi pendorong utama transformasi digital di perusahaan ini dan memberikan dukungan di sepanjang rantai proses dalam pengembangan solusi TI yang cerdas, andal, dan lebih aman. Misi tim yaitu menjadi yang terdepan dalam memperkaya pengalaman developer, memungkinkan bisnis untuk menskalakan aplikasi mereka tanpa bergantung pada infrastruktur fisik. Untuk mendukung misi ini, Audi IT bekerja sama dengan Red Hat untuk mengembangkan solusi Kubika O, platform Kubernetes yang fully-managed dengan kapabilitas operator.

Selain itu, Japan Research Institute: Sumitomo Mitsui Banking Corporation Group (SMFG) sebagai perusahaan perbankan dan layanan keuangan Jepang yang beroperasi di lebih dari 40 negara di seluruh dunia.  Untuk mendukung keseluruhan strategi bisnis grup dan memungkinkan transformasi dan pertumbuhan masa depan dengan lebih baik, SMFG dan anak perusahaan TI-nya, Japan Research Institute, bekerja sama dengan Red Hat Consulting untuk mengimplementasikan penawaran layanan managed cloud yang dapat membantu merampingkan operasional dan mempercepat pengembangan dan pendistribusian aplikasi yang baru.  Grup ini mengadopsi Red Hat OpenShift Dedicated yang memungkinkan para developer mereka untuk berfokus pada pemberian value yang lebih besar melalui layanan baru atau yang diperluas, alih-alih menghabiskan waktu untuk mengkonfigurasi dan mengelola infrastruktur pendukung.

Contoh lain yaitu Pelayo selaku perusahaan asuransi bersama di Spanyol dengan lebih dari satu juta pelanggan.  Arsitektur aplikasi monolitik memengaruhi kemampuan perusahaan untuk merespons risiko dan peluang pasar dengan cepat. Perusahaan mengembangkan strategi cloud yang akan menyediakan arsitektur yang lebih gesit, kemampuan integrasi dan penyebaran berkelanjutan (CI/CD) penuh, dan memungkinkannya untuk lebih mudah tumbuh dan berintegrasi dengan arsitektur data masa depan.  

Selain itu, perusahaan ingin menggunakan Java sebagai bahasa pemrograman inti dan Kubernetes sebagai platform pengelolaan container-nya. Dengan mempertimbangkan tujuan dan persyaratan ini, perusahaan memilih Microsoft Azure Red Hat OpenShift, yang memungkinkan mereka membawa solusi ke dalam produksi dengan cepat dan dengan dampak minimal pada tim operasinya. Saat ini, perusahaan memiliki infrastruktur hibrida, menjalankan sistem lawasnya di on-premise, terintegrasi ke dalam lingkungan Azure Red Hat OpenShift yang baru dan telah berhasil mempercepat pemasangan aplikasinya, meningkatkan produktivitas developer, serta meningkatkan skala bisnisnya dengan lebih baik sambil menjaga biaya operasional tetap rendah. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT