10 April 2021, 09:56 WIB

TNI AD dan Ersi Indonesia Kerja Sama Geographic Information System


mediaindonesia.com | Teknologi

Ist
 Ist
Dirtopad Brigjen TNI Ir. Asep Edi Rosidin, MDA (kiri) dan Chief Executive Officer Esri Indonesia, Dr. Achmad Istamar.

PERUSAHAAN Esri Indonesia mengumumkan kemitraaan strategis dengan Direktorat Topografi Angkatan Darat (Dittopad) yang merupakan badan pelaksana pusat penyedia informasi geospasial bagi TNI AD.

Esri Indonesia sebagai perwakilan resmi dari Esri yang merupakan perusahaan pengembang Geographic Information System (GIS) yang berkantor pusat di Redlands, California, Amerika Serikat (AS).

Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan sinergitas Esri-Dittopad dalam memanfaatkan teknologi Geographic Information System (GIS), analisa Big Data, dan teknologi kecerdasan artifisal (Artificial Intelligence) atau AI.

Pemanfaatan teknologi dapat memberikan ketepatan informasi, kecepatan, kemutakhiran dan  integrasi data  penginderaan jarak jauh yang kemudian disajikan dalam sistem pengambilan keputusan untuk mendukung operasional kegiatan di lingkungan TNI-AD. 

Menurut Dr. Achmad Istamar, Chief Executive Officer Esri Indonesia, teknologi digital bebasis Industri 4.0 telah juga menjadi disrupsi dalam dunia militer dan pertahanan.

Sebagai contoh, teknologi AI telah digunakan untuk melakukan deteksi dan klasifikasi objek penginderaan jauh dari sensor, satelit, dan drone.

Data dari hasil deteksi dan klasifikasi tersebut kemudian akan disinergikan dengan hasil intelijen lapangan untuk diolah menjadi produk strategis perencanaan dan operasi militer.

“Dalam era digital ini, efektivitas dari pemanfaatan data sangat tergantung pada kemampuan manajemen ketersediaan data, interpretasi data secara cepat, dan penggabungan unsur dinamika lapangan yang semakin kompleks. Operasi militer modern melibatkan berbagai unsur kesatuan dan lembaga yang membutuhkan kemampuan pemahaman, perencanaan, dan koordinasi berbasiskan sistem digital,” papar Achmad.

Dijelaskan lebih lanjut bahwa menurut hasil studi, lebih dari 80% data yang dihasilkan dari pergerakan aset, sensor IoT(Internet of Things), satelit penginderaan jauh, serta drone militer memiliki informasi geospasial/keruangan. Sehingga aspek geospasial tersebut sangat berpotensi menjadi benang merah dalam integrasi dan pengolahan data secara menyeluruh. 

“Alhasil geospasial sangat berpotensi digunakan, tidak hanya sebagai platform modern pemetaan, namun juga sebagai platform integrasi data, sintesa pemahaman, koordinasi antar kesatuan dan lembaga, juga sebagai platform geo-intelligence.” tuntas Achmad. 

Di tengah pesatnya teknologi militer, Dittopad terus melakukan modernisasi teknologi pemetaan dan geospasial untuk meningkatkan peran dalam mendukung kebutuhan geospasial intelejen TNI-AD. Peran tersebut saat ini sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan nasional yang semakin kompleks.

“Sejalan dengan agenda inovasi dan transformasi digital, juga dalam mendukung Kebijakan Satu Peta (One Map Policy), Dittopad telah mencanangkan modernisasi bertajuk Dittopad 4.0," jelas Brigjen TNI Ir. Asep Edi Rosidin, MDA, Direktur Topografi Angkatan Darat (Dirtopad).

"Kemitraan strategis dengan Esri Indonesia dalam implementasi teknologi geospasial diharapkan membawa pembaharuan bagi kemajuan Dittopad di era digital. Hal tersebut mengingat pentingnya fungsi pemetaan dan peran informasi geospasial  bagi  pertahanan dan keamanan negara,”ujar Brigjen TNI Ir. Asep.

Menurut Asep, Dittopad berperan secara strategis dan sentral dalam mendukung informasi geospasial kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan TNI-AD.

Teknologi membuka pintu bagi Dittopad untuk lebih efektif dalam merencanakan, membuat keputusan, serta mendukung informasi geospasial TNI-AD dengan lebih baik melalui analisa data penginderaan jauh dengan Kecerdasan Artifisial.

"Ke depannya Dittopad dapat lebih banyak memproses dan mengolah berbagai jenis data menjadi informasi yang strategis dalam mendukung kegiatan ataupun operasi yang diselenggarakan TNI-AD dalam menjaga kedaulatan NKRI,” tuturnya.

“Kemitraan dengan Esri Indonesia dan implementasi teknologi GIS diharapkan dapat memperkuat kami sebagai penyedia informasi strategis bagi jajaran TNI AD di Indonesia. Besar harapan kami sinergi ini akan semakin mendukung kinerja TNI AD dalam menjaga  kedaulatan NKRI,” tuntas Asep. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT