15 July 2020, 21:30 WIB

Apple Hapus 2.500 Gim dari App Store Tiongkok


Antara | Teknologi

AFP/Josh Edelson
 AFP/Josh Edelson
Logo Apple di sebuah bangunan di San Francisco, California, Amerika Serikat.

Lebih dari 2.500 game seluler telah dihapus dari toko aplikasi App Store, di Tiongkok pada pekan pertama Juli, empat kali lebih banyak dibandingkan periode yang sama pada Juni, setelah Apple menutup celah yang membutuhkan lisensi pemerintah Tiongkok, menurut data dari Sensor Tower.

Apple memberi tenggat waktu akhir Juni kepada para penerbit gim, yang mendapat pemasukan dari gim, untuk menyerahkan nomor lisensi yang dikeluarkan pemerintah yang memungkinkan mereka melakukan pembelian dalam aplikasi, persyaratan yang sudah lama dimiliki oleh toko aplikasi berbasis Android di Tiongkok.

Tidak jelas mengapa Apple membiarkan celah tersebut begitu lama. Sejumlah gim terkenal yang dihapus dari App Store Tiongkok pada bulan Juli, termasuk "Hay Day," "Nonstop Chuck Norris," dan "Solitaire," menurut Sensor Tower, dikutip dari Reuters, Rabu.

"Mungkin saja gim-gim ini akan tersedia kembali di masa depan, namun telah hilang dari etalase toko selama lebih dari lima hari," ujar Head of Mobile Insights Sensor Tower, Randy Nelson.

Perusahaan analisa pemasaran aplikasi tersebut tidak dapat menyebutkan alasan gim tersebut dihapus, namun Nelson menekankan kenaikan tajam jumlah aplikasi yang dihapus itu menjadi catatan.

Gim yang dihapus dalam tujuh hari pertama pada Juli tersebut telah menghasilkan gabungan pendapatan kotor sebesar US$34,7 juta di Tiongkok, dan telah mengakumulasikan lebih dari 133 juta unduhan di negara itu.

Tiongkok telah memperketat kontrolnya terhadap pasar video gim terbesar di dunia dalam beberapa tahun terakhir, dan gim online yang menghasilkan uang sering kali menghadapi proses persetujuan yang panjang untuk mendapatkan lisensi.

Pada Februari, video gim "Plague Inc," yang melonjak popularitasnya di tengah wabah virus korona, telah dihapus dari toko aplikasi Apple di Tiongkok, setelah regulator mengatakan gim tersebut berisi konten ilegal. (OL-12)

 

BERITA TERKAIT