28 March 2023, 16:21 WIB

Plt Menpora: Nasib Indonesia jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 masih Menunggu Konfirmasi PSSI


Indriyani Astuti | Sepak Bola

ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
 ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Delegasi FIFA meninjau Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar, Bali, Senin (27/3/2023).

PELAKSANA Tugas (Plt) Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Muhadjir Effendy mengatakan masih menunggu konfirmasi dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terkait keputusan Federation Internationale de Football Association (FIFA) yang membatalkan pelaksanaan drawing Piala Dunia U-20. Acara itu direncanakan akan berlangsung di Bali pada 31 Maret 2023. Muhadjir juga menepis Peru yang akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia U-20 menggantikan Indonesia.

"Itu masih berita. Belum-belum. Masih kita tunggu deh hasil konfirmasi dari PSSI," terang Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/3).

Muhadjir menjelaskan Kemenpora masih melihat perkembangan dari hasil lobi yang dilakukan Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Menururnya FIFA sangat paham kondisi Indonesia. Ia meyakini keputusan FIFA tidak seburuk yang dibayangkan bahwa Indonesia akan diberikan sanksi. Sanksi yang dimaksud yakni status tuan rumah Piala Dunia U-20 yang saat ini digenggam Indonesia.

Baca juga: BNPT Pastikan Keamanan Stadion GBK Jelang Piala Dunia U-20

"Yang jelas insya Allah FIFA sangat paham dengan Indonesia dan tidak akan ada itu. Mudah-mudahan ya tidak akan ada sanksi yang dibayangkan yang seram-seram itu ya," papar Muhadjir.

Dalam waktu dekat, terang Muhadjir, FIFA akan mengumumkan keputusannya. Ketika ditanya mengenai syarat yang diajukan Indonesia pada FIFA. Muhadjir menyampaikan sudah ada syarat ada diakomodasi oleh FIFA. Indonesia mengajukan sejumlah syarat antara lain keikutsertaan Israel di Piala Dunia Under 20 (U-20) yang menjadi polemik.

Baca juga: Plt Menpora Harap FIFA Berubah Sikap

Sebagai Plt menteri, Muhadjir mengungkapkan bahwa ia tidak berwenang memberikan pernyataan yang bersifat strategis. Jabatan Plt, imbuhnya, hanya menangani hal-hal yang sifatnya mendesak sampai presiden resmi menunjuk menteri definitif.

"Itu haknya PSSI untuk menjelaskan bukan saya itu. Saya kan Plt. Plt kan sementara. Jadi tidak boleh membuat pernyataan yang sifatnya strategis," paparnya.

Pembatalan drawing Piala Dunia U-20 disebut-sebut tidak terlepas dari surat penolakan terhadap keikutsertaan Timnas Israel yang dilayangkan Gubernur Bali Wayan Koster. Surat tersebut dilayangkan Koster kepada Menteri Pemuda dan Olahraga yang saat itu masih dijabat Zainudin Amali. Muhadjir menyampaikan ada enam daerah yang menjadi tempat penyelenggaraan Piala Dunia U-20.

"Kan rencana lokasinya kan 6 dan 6 itu kan tidak semuanya sudah menyatakan menolak. Itu kan penundaan (drawing) bukan pembatalan," ucap Muhadjir. (Ind/Z-7)

BERITA TERKAIT