02 December 2022, 21:36 WIB

De Oranje Waspadai Daya Juang AS


Akmal Fauzi | Sepak Bola

Twitter @OnsOranje
 Twitter @OnsOranje
Timnas Belanda

LAGA Belanda melawan Amerika Serikat (AS) mengawali babak 16 besar Piala Dunia Qatar 2022. Bermain di Stadion Khalifa Internasional, Sabtu (3/12) malam WIB, De Oranje--julukan timnas Belanda--mewaspadai kegigihan tim AS yang menjadi runner-up Grup B.

AS memang hanya mencetak dua gol di Grup B di babak penyisihan grup. Tetapi skuad asuhan Gregg Berhalter tidak pernah kebobolan dari permainan terbuka. Satu-satunya gol yang masuk ke gawang AS dicetak bomber Wales Gareth Bale melalui penalti saat mereka bermain imbang 1-1. AS juga berhasil menahan imbang Inggris tanpa gol dan tampil mengesankan saat mengalahkan Iran 1-0 dengan permainan lini tengah yang dinamis.

"Saya tahu dari pengalaman bahwa pertandingan melawan negara-negara seperti Amerika Serikat dan Australia, yang kami temui di Piala Dunia 2014 di Brasil, selalu sangat sulit. Mereka sangat fanatik dan tajam," kata pelatih Belanda Louis Van Gaal.

Kekhawatiran juga muncul atas gaya permainan Belanda di Piala Dunia ini. De Oranje hanya memiliki delapan tembakan tepat sasaran sejauh ini. Tetapi Van Gaal telah menepis kekhawatiran tersebut. Runner-up Piala Dunia 2010 sudah mencari solusi untuk bisa mengatasi persoalan kreatifitas serangan untuk mengalahkan AS.

"Kami berharap ini menjadi lebih baik, kami semua berharap demikian. Kami harus memenangkan pertandingan. Tetapi sekarang tekanannya tentu saja lebih besar. Kami tidak boleh membuat kesalahan apa pun sekarang,” kata gelandang Belanda Marten de Roon.

Bagi AS, mereka memang belum pernah mengalahkan tim Eropa di Piala Dunia sejak 2002 dengan rincian seri enam kali dan kalah lima kali. Tiga pertandingan fase gugur sebelumnya saat melawan negara-negara Eropa di Piala Dunia juga semuanya berakhir dengan kekalahan.

Namun, pelatih Gregg Berhalter tentunya tidak akan membuang peluang untuk bisa melaju lebih jauh di Piala Dunia Qatar. "Ini adalah kesempatan besar, tapi itu bukan sesuatu yang kami anggap sebagai suatu kehormatan. Kami pantas berada di posisi kami saat ini. Dan kami ingin terus maju," kata Berhalter.

AS juga menunggu kebugaran pahlawan kemenangan Christian Pulisic saat melawan Iran karena mengalami cedera. Pemain Chelsea itu mencetak gol pada menit ke-38, tapi harus dibayar mahal karena bertabrakan dengan kiper Iran Alireza Beiranvand dalam prosesnya. Penyerang Chelsea itu pun harus harus ditarik keluar pada babak pertama, dan setelah didiagnosis mengalami memar pada pinggulnya.

"Saya akan melakukan segala upaya untuk bisa tampil d lapangan pada hari Sabtu (melawan Belanda)," kata pemain Chelsea itu. (OL-8)

BERITA TERKAIT