24 November 2022, 12:15 WIB

Dani Alves dan Kecintaannya pada Sepak Bola


Adiyanto | Sepak Bola

Luis Acosta / AFP
 Luis Acosta / AFP
Bek timnas Brasil Dani Alves

Bagi Dani Alves sepak bola adalah hobi. Pemain asal Brasil itu bahkan mengaku rela tidak dibayar untuk menikmati permainan tersebut. Kendati usianya sudah tidak muda lagi untuk ukuran pesepak bola (Alves kini berusia 39 tahun), pemain yang pernah membela Barcelona ini tetap antusias untuk memberikan hal terbaik bagi timnya di Piala Dunia Qatar, tahun ini.

Seperti apa kesiapan pemain yang dijuluki ‘binatang’ oleh pelatih tim Samba ini dan apa tanggapannya tentang Argentina ? Berikut wawancaranya yang disarikan dari The Guardian, Rabu (23/11).

Apakah Anda merasa permainan Anda berubah?

Saya menjadi lebih berbeda. Anda bisa secepat yang Anda inginkan tetapi bola melesat dan Anda tidak akan pernah berlari secepat itu. Penentuan posisi penting: dia yang banyak berlari atau mengoper lebih sedikit. Bagi saya penting untuk mendominasi permainan, benar-benar menguasainya, bukan tentang apa yang terjadi saat bola ada di kaki saya, tapi bahkan sebelum ada di kaki saya. Itulah yang membuat saya berbeda. Itu memberi saya kekuatan kreatif yang tidak dimiliki orang lain.

Piala Dunia seperti apa yang Anda harapkan?

Banyak tim memiliki level yang tinggi, tetapi saya masih berpikir mereka yang memiliki talenta individu terbaik akan selangkah lebih maju. Sejumlah tim umumnya sangat fokus untuk memiliki pemain yang kuat, pemain yang secara fisik buas.

Orang-orang terlalu fokus pada fisik sehingga terkadang saya bertanya-tanya: apa itu penting? Apa itu pesepakbola? Dia yang berlari lebih banyak atau dia yang bermain lebih baik? Saat Anda berfokus pada fisik, Anda mengurangi kemampuan pemain untuk berkreasi, memutuskan, melakukan sesuatu yang berbeda.

Semuanya sedang dirobotisasi. Anda harus melakukan ini-itu,  lalu di mana kekuatan kreativitas? Itu hilang. Jangan menghilangkan kreativitas, karena itu akan membuat Anda seperti robot. Jangan pernah kehilangan itu. Kreativitas  adalah hal terindah yang pernah ada.

Bukankah Brasil punya kreativitas semacam itu?

Ada banyak pemain yang hanya dimiliki Brasil yang cukup beruntung, bakat di setiap posisi dan keseimbangan yang bagus. Dalam hal kreativitas mungkin kami selangkah lebih maju dari yang lain tapi itu tidak berarti apa-apa.

Saya selalu berpikir Brasil adalah favorit. Sejarah dan tradisi penting. Kami memang banyak mengalami kegagalan dalam beberapa tahun terakhir tetapi tim ini sangat solid. Ini adalah tim Brasil terbaik dalam beberapa tahun terakhir. Orang-orang yang baik dengan bakat yang bagus.

Seberapa penting peran Tite (nama panggilan untuk Adenor Leonardo Bacchi, pelatih Brasil) dalam hal ini?

Tite mengelola tim dengan baik dan dihormati semua orang.  Itu hal tersulit dalam sepakbola. Itulah kekuatannya: kepemimpinan serta menjaga  hubungan dengan orang lain.

Bermain untuk Brasil di Piala Dunia selalu membawa tekanan yang kuat. Bagaimana Anda menghadapinya?

Tekanan selalu ada di semua bidang kehidupan: seorang ayah, misalnya, perlu memberi makan keluarganya di tengah tekanan hidup yang keras. Secara mental, Anda membutuhkan keseimbangan dan keiklhasan.

Brasil memang dituntut selalu menang. Ada harapan yang begitu besar sehingga ketika tidak terpenuhi, apa pun bisa terjadi. Kami harus sedikit lebih realistis. Kami berada dalam momen yang luar biasa, kami  berada di grup yang sangat kuat (Brasil tergabung di grup G bersama Serbia, Kamerun, dan Swiss), tetapi apakah itu berarti kami akan memenangkan Piala Dunia dengan mudah? Tidak. Anda harus mengayuh pedal pelan-pelan, saudaraku.

Apa pendapat Anda tentang Argentina?

Argentina kini menyadari mereka memiliki Messi, jadi mereka lebih berbahaya daripada beberapa tahun yang lalu ketika mereka belum menyadarinya.

Anda telah bermain dengannya (Messi), Neymar, dan juga Mbappé. Bagaimana penilaian Anda tentang mereka?

PSG (Paris Saint Germain, klub yang pernah dibela Alves) memiliki trio penyerang terbaik. Kylian (Mbappe) perlu memahami itu dan saya telah mengatakan ini kepadanya, siapa yang ada di sampingnya (Neymar dan Messi). Kekuatan kreatif yang dimiliki Messi dan Neymar tidak dimiliki oleh siapa pun di sepak bola. Mereka melihat hal-hal yang tak seorang pun lihat. Kita berbicara tentang dua pesepak bola jenius yang hebat.

Brasil juga punya dua talenta spesial  seperti Rodrygo dan Vinícius. Bagaimana pendapat Anda mengenai mereka?

Saya penggemar berat Rodrygo. Saya bisa menghabiskan sepanjang hari berbicara tentang dia. Dia adalah fenomena, bakat luar biasa yang melihat hal-hal yang tidak dilakukan orang lain. Ia bermain di tempat yang tidak dilakukan orang lain selayaknya petarung. Ketika dia bermain di Santos, saya memberi tahu teman-teman, dia (Rodrygo) akan menjadi pemain sepak bola yang hebat, tidak diragukan lagi.

Sedangkan Vini menurut saya memiliki bakat individu yang bagus, kecepatan, kekuatan, serta kemauan yang luar biasa.

Bagaimana dengan Antony (Antony Matheus dos Santos, pemain yang kini merumput berasama Manchester United)? Mungkinkah dia akan menjadi bintang yang bersinar di turnamen ini?

Bisa jadi. Kenapa tidak? Dia adalah sebuah fenomena.

Di luar Brasil, siapa pemain yang Anda sukai?

Musiala (Jamal Musiala/Jerman) … Gnabry (Serge Gnabry/Jerman)… Sadio Sané (Senegal)… pemain yang memiliki sesuatu yang sedikit berbeda. Saya juga suka pemain yang ajaib, seperti Pedri (Pedro González López/Spanyol) dan Gavi (Pablo Martín Páez Gavira/Spanyol), pemain yang melakukan sesuatu yang membuat sepak bola lebih berkesan.

Anda sudah tua (39 tahun), apa yang akan Anda lakukan selanjutnya?

Semua manusia itu sama, kita hanya menempati posisi, peran yang berbeda. Setiap orang adalah fenomena. Bukannya karena saya seorang pesepakbola, saya berada di posisi ini. Saya lebih dari sekadar 'pesepakbola'. Karier di sepak bola akan berakhir, tapi hidup saya tidak. Dan warisan lebih dari sekadar kemenangan. Ada orang yang telah memenangkan Piala Dunia dan setelah itu dilupakan.

Film anak-anak selalu mengajari Anda banyak hal. Jika Anda perhatikan film Kung Fu Panda, film itu mengajari Anda bahwa masa depan tidak pernah diketahui. Anugerah itu indah, rangkullah apa yang Anda miliki saat ini. Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Jadi saya selalu siap. Saya tidak membuat rencana. Saya akan bermain sepak bola selama saya bisa karena saya menyukainya. Saya menyukai olahraga ini bukan untuk sekadar menghabiskan waktu, tapi karena mencintainya. (M-3)

BERITA TERKAIT