03 October 2022, 20:08 WIB

9 Anggota Brimod Dinonaktifkan Buntut Dari Tragedi Kanjuruhan


Khoerun Nadif Rahmat | Sepak Bola

AFP
 AFP
Polisi yang bertugas saat pertandingan antara Arema FC dengan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

KEPALA Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur, Irjen Nico Afinta menonaktifkan sembilan anggota kesatuan Brimod yang menjabat sebagai Komandan Batalyon (Danyon), Komandan Kompi (Danki) dan Komandan Pleton (Danton) buntut tragedi Kanjuruhan, Malang Jawa Timur.

"Sesuai dengan perintah bapak Kapolri. Kapolda Jatim (Jawa Timur) juga sama melakukan penonaktifan jabatan Danyon, Danki dan Danton Brimob sebanyak 9 orang," kata Dedi saat siaran pers Senin (3/10).

Diketahui sembilan anggota Brimod tersebut ialah:

-AKBP Agus Waluyo (Danyon)

-AKP Hasdarman (Danki)

-AKP Untung (Danki)

-AKP Danang (Danton)

-AKP Nanang (Danton)

-Aiptu Budi (Danton)

-Aiptu M Solihin (Danton)

-Aiptu M Samsul (Danton)

-Aiptu Ari Dwiyanto (Danton)

Baca juga: Polisi Bakal Periksa Direktur LIB Terkait Tragedi Kanjuruhan

Dedi sebelumnya menegaskan bahwa saat ini pihaknya juga mendalami perihal prosedur pengamanan yang didalam terdapat Perwira hingga Pamen dari kesatuan Polisi.

"Kemudian juga saat ini mendalami masalah manager pengamanan, dari mulai Perwira hingga Pamen (Polri) sedang didalami," pungkasnya.

Tragedi ini terjadi pasca pertandingan Arema FC melawan Persibaya Surayabaya di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur pada Sabtu (1/10).

Para supporter Arema FC diduga tidak terima atas kekalahan dengan skor 2-3 dari Persibaya Surabaya. Tidak terima atas kekalahan tersebut, para supporter pun turun kelapangan.

Akan tetapi pihak keamanan merespon insiden tersebut dengan tembakan gas air mata yang diduga memicu insiden maut di stadion Kanjuruhan, Malang. (OL-4)

BERITA TERKAIT