30 September 2022, 09:30 WIB

Maroko Tuntut Adidas Tarik Jersey Timnas Aljazair


Basuki Eka Purnama | Sepak Bola

Twitter @adidasfootball
 Twitter @adidasfootball
Jersey timnas Aljazair yang dipermasalahkan oleh Maroko

MAROKO meminta perusahaan raksasa perlengkapan olahraga Jerman, Adidas, agar membatalkan desain jersey sepak bola timnas Aljazair karena dituding mencuri warisan budaya Maroko.

Seperti disiarkan AFP, Jumat (30/9), kuasa hukum pemerintah Maroko, Mourad Elajouti, atas nama kementerian kebudayaan negara itu, menyebut pola desain geometris yang dikenal sebagai zellige dan umum tampil dalam mosaik keramik multiwarna Maroko, muncul di bagian atas kostum timnas Aljazair.

Dalam sebuah surat yang dikirimkan kepada CEO Adidas Kasper Rorsted, Elajouti menuntut penarikan kostum itu dalam waktu dua pekan karena diklaim terinspirasi oleh seni zellige Maroko.

Baca juga: Masa Depan Messi Diputuskan Setelah Piala Dunia Qatar

Dalam salinan surat yang dilihat AFP itu, pengacara Maroko mengecam apa yang mereka sebut sebagai, "Perampasan budaya dan upaya untuk mencuri warisan budaya Maroko".

Pada 23 September, Adidas merilis di Twitter foto jersey baru timnas Aljazair untuk musim 2022-2023, yang dikatakan terinspirasi dari budaya dan sejarah.

Desainnya, menurut Adidas, terilhami Istana Mechouar di Tlemcen di barat laut Aljazair.

Maroko dan Aljazair sejak lama berselisih mengenai wilayah Sahara Barat yang disengketakan kedua negara yang menjadi tempat Front Polisario dukungan Aljazair menuntut merdeka dari Maroko.

Aljazair memutuskan hubungan diplomatik pada Agustus 2021 seraya menuduh Rabat melancarkan 'tindakan bermusuhan', yang menurut Maroko 'sama sekali tidak dapat benar'.

"Kementerian Kebudayaan Maroko berhak menggunakan semua upaya hukum yang bisa dilakukan di hadapan pengadilan Jerman dan internasional," tegas pengacara itu dalam surat tersebut.

Dia juga mengancam akan membawa kasus itu 'ke hadapan organisasi-organisasi yang berkaitan dengan perlindungan warisan dan hak cipta', termasuk Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO).

Wartawan dan pembawa acara TV Abdellah Tourabi termasuk di antara beberapa media sosial Maroko yang mengolok-olok langkah tersebut.

"Kita sedang mendalami hal absurd!" kata dia, seraya melontarkan sinisme bahwa apakah, "Spanyol juga akan menggugat Maroko atas sebagian besar kuliner kita yang diambil dari Arab setelah mengambilnya dari Persia dan Turki yang dari siapa kita meminjam Kaftan dan simbol-simbol lainnya?" (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT