22 September 2022, 06:21 WIB

Skotlandia Kalahkan Ukraina di Laga Liga Negara


Basuki Eka Purnama | Sepak Bola

AFP/ANDY BUCHANAN
 AFP/ANDY BUCHANAN
Para pemain timnas Skotlandia melakukan selebrasi usai mengalahkan Ukraina di laga Liga Negara.

SKOTLANDIA meningkatkan peluang mereka meraih promosi di Liga Negara setelah sukss membalas dendam atas Ukraina dengan meraih kemenangan 3-0 di Glasgow, Kamis (22/9) dini hari WIB.

Anak-anak asuhan Steve Clarke mendominasi permainan di Hampden Park namun harus menunggu hingga 20 menit terakhir laga untuk mencetak gol lewat aksi John McGinn dan Lyndon Dykes, yang mencetak dua gol.

Kemenangan atas Ukraina itu mengantarkan Skotlandia menmuncaki klasemen Grup B1.

Baca juga: Meski Bermain di Liga Indonesia, Kudela Dipanggil ke Timnas Rep Ceko

Sebelumnya, Skotlandia dikalahkan Ukraina 3-1 di laga semifinal playoff Piala Dunia, Juni lalu.

Kekalahan itu membuat Skotlandia gagal lolos ke Piala Dunia untuk pertama kali sejak 1998. Namun, Ukraina kemudian juga gagal lolos ke Piala Dunia setelah kalah dari Wales di laga final playoff.

Namun, di laga Liga Negara, Ukraina tidak berdaya menghadapi Skotlandia, yang kini membukukan tiga kemenangan dari empat laga di Liga Negara.

Skotlandia pun menggusur Ukraina dari puncak klasemen grup untuk membuka peluang meraih promosi ke Liga A.

Meski Liga Negara tidak disukai banyak pihak, Skotlandia menyadari pentingnya kompetisi itu setelah mereka meraih tiket ke babak playoff Piala Eropa 2020 dengan menjadi juara grup Liga Negara.

Di laga Grup B1 berikutnya, Skotlandia akan menjamu Rep Irlandia pada Sabtu (24/9) sebelum bertandang ke Ukraina pada 27 September.

"Saya sangat puas dengan kemenangan ini terutama untuk para pemain. Mereka sangat menderita pascakekalahan di babak playoff Piala Dunia," ujar Clarke.

"Kami bekerja keras di waktu singkat yang kami miliki dan mereka sukses menjalankan instruksi saya. Mereka luar biasa."

"Di sepak bola, Anda terkadang harus memberikan reaksi dan saya senang dengan reaksi para pemain," lanjutnya. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT