08 June 2022, 11:00 WIB

Otoritas Prancis Meminta Pendukung yang Jadi Korban Kejahatan di Final Liga Champions Melapor


Basuki Eka Purnama | Sepak Bola

AFP/Thomas COEX
 AFP/Thomas COEX
Polisi berjaga-jaga di dalam stadion saat final Liga Champions di Stade de France.

PENDUKUNG Liverpool dan Real Madrid yang menjadi korban aksi kejahatan selama laga final Liga Champions diminta melapor ke otoritas Prancis.

Sejumlah pendukung yang menghadiri laga final di Stade de France pada 28 Mei itu mengaku diserang oleh sekelompok pemuda sebelum dan setelah laga di ibu kota Prancis itu.

Istri dan putra mantan bintang Liverpoool Jason McAteer juga dilaporkan menjadi korban perampokan saat mereka meninggalkan stadion.

Baca juga: UEFA Akhirnya Minta Maaf kepada Para Pendukung Akibat Kekacauan di Final Liga Champions

Laporan yang sama dari pendukung lainnya juga diungkapkan. Mereka mengaku diserang saat berjalan menuju bus yang membawa mereka.

Kini, siapa pun yang menjadi korban kejahatan selama perhelatan final Liga Champions itu bisa melaporkan kejadian yang mereka alami secara daring.

"Mulai 6 Juni 2022, warga asing yang menjadi korban aksi kejahatan selama final Liga Champions, 28 dan 29 Mei bisa melapor ke otoritas hukum Prancis," ungkap Kedutaan Besar Prancis di London dalam sebuah pernyataan, Selasa (7/6).

"Hal ini membuktikan upaya pemerintah Prancis untuk memberi kesempatan kepada warga asing untuk menghubungi otoritas hukum mengenai kejahatan yang mereka alami," lanjut kedutaan itu.

Pekan lalu, UEFA mengumumkan telah menggelar penyelidikan independen mengenai masalah pendukung yang kesulitan akses ke stadion dan menjadi korban tembakan air mata oleh polisi Prancis.

UEFA kemudian meminta maaf kepada semua penonton yang mengalami atau menyaksikan kejadian yang mengerikan di laga final Liga Champions itu. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT