30 May 2022, 11:15 WIB

Robertson Minta Skotlandia Lupakan Simpati untuk Ukraina di Laga Playoff Piala Dunia


Basuki Eka Purnama | Sepak Bola

AFP/LEE SMITH
 AFP/LEE SMITH
Kapten timnas Skotlandia Andrew Robertson

ANDREW Robertson meminta Skotlandia melupakan sejenak simpati untuk Ukraina kala kedua tim berhadapan di laga semifinal playoff Piala Dunia, Kamis (2/6) dini hari WIB.

Skotlandia akan menjamu Ukraina di laga semifinal, yang sebelumnya dijadwalkan pada Maret namun ditunda karena invasi Rusia ke Ukraina, Februari lalu.

Ukraina dipastikan akan mendapatkan dukungan dari banyak pihak di dunia saat mereka tampil untuk pertama kali di laga resmi selepas invasi Rusia.

Baca juga: Pelatih Timnas Skotlandia tidak Mau Remehkan Ukraina di Playoff Piala Dunia

Namun, Robertson, yang merupakan kapten Skotlandia, mengetahui timnya tidak boleh membiarkan simpati mereka berlanjut ke lapangan hijau saat laga di Glasgow.

"Bagi kami, pemain dan pelatih, situasi ini sangat aneh," ujar Robertson. "Kami berusaha membantu Ukraina sebisa mungkin dengan sepakat menunda pertandingan, Maret lalu namun kini sudah Juni."

"Kami telah memberi mereka waktu sebanyak mungkin dan tidak ada yang menyangkal situasi buruk yang mereka hadapi. Karenanya, pada Rabu malam, kita harus bersiap bertempur melawan mereka."

"Kami sudah merasakan tampil di turnamen besar (Piala Eropa 2020) dan kami akan berusaha kembali merasakan itu dan memisahkan hal itu dengan simpati untuk Ukraina," lanjutnya.

Bek kiri Liverpool itu mengaku dirinya akan memberikan dukungan untuk Ukraina seandainya negara itu bethadapan dengan negara lain.

Namun, tegasnya, Skotlandia tidak boleh dipengaruhi emosi saat mereka berusaha lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1998.

"Kami sudah sangat menerima Ukraina namun saat pertandingan, selama 90 menit, kami akan siap bertempur. Kami ingin melaju ke Piala Dunia," tegas Robertson.

"Semua orang di dunia mungkin menginginkan Ukraina menang. Jika bukan melawan negara saya, saya mingkin berharap mereka menang. Namun, mereka kini berhadapan dengan negara saya. Itu berarti kami harus mengalahkan mereka untuk mencapai impian kami," pungkasnya. (AFP/OL-1)
 

BERITA TERKAIT