11 February 2022, 07:30 WIB

Menteri Prancis Kecam Pelarangan Hijab untuk Pesepak Bola Putri


Basuki Eka Purnama | Sepak Bola

AFP/Alessandro RAMPAZZO
 AFP/Alessandro RAMPAZZO
Ilustrasi--seorang pesepak bola putri mengenakan hijab berlatih di Finlandia.

MENTERI Kesetaraan Gender Prancis Elisabeth Moreno, Kamis (10/2), menyatakan dukungannya kepada pesepak bola putri Prancis yang menuntut dicabutnya larangan mengenakan hijab saat bertanding.

Aturan yang diberlakukan Federasi Sepak Bola Prancis saat ini melarang pemain ambil bagian dalam pertandingan jika mengenakan simbol keagamaan seperti hijab dan kippa.

Sebuah gerakan kolektif bernama les Hijabeuses telah melancarkan gugatan terhadap aturan itu pada November tahun lalu dengan alasan itu diskriminatif dan melanggar hak mereka untuk menjalankan agama mereka.

Baca juga: Tim Sepak Bola Putri Filipina Raih Tiket ke Piala Dunia 2023

"Hukum yang berlaku mengatakan para perempuan ini bisa mengenakan hijab dan bermain sepak bola. Saat ini, di lapangan hijau, hijab tidak dilarang. Saya ingin aturan ini dihargai," tegas Moreno dalam wawancara dengan stasiun televisi LCI.

"Perempuan harus diizinkan berpakaian seperti yang mereka inginkan," lanjutnya.

Dua bulan menjelang pemilihan presiden Prancis, isu itu menjadi pembicaraan hangat di negara yang memberlakukan sekularisme dengan ketat dalam upaya memisahkan negara dan agama.

Senat Prancis, yang dikuasai kelompok sayap kanan, mengusulkan sebuah undang-undang pada Januari yang akan melarang semua simbol keagamaan dalam olahraga.

Aturan itu dengan tegas ditolak di majelis rendah, yang dikuasai partainya Perdana Menteri Emmanuel Macron, pada Rabu (9/2). (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT