30 December 2021, 07:15 WIB

Menpora Minta Timnas tidak Patah Semangat Setelah Kalah di Leg Pertama Final Piala AFF


Basuki Eka Purnama | Sepak Bola

ANTARA/Nova Wahyudi
 ANTARA/Nova Wahyudi
Menpora Zainudin Amali

MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali meminta para pemain timnas Indonesia tidak patah semangat menghadapi laga leg kedua Piala AFF 2020 setelah kalah 0-4 dari Thailand di laga leg pertama di National Stadium, Singapura, Rabu (29/12) malam.

Zainudin juga meminta para pemain melupakan kekalahan yang dialami dan fokus mempersiapkan diri untuk laga leg kedua yang akan berlangsung pada 1 Januari.

"Kami berharap untuk leg kedua anak-anak bisa bangkit lagi, melupakan kekalahan yang hari ini dialami. Dan tentu tetap harus kita beri semangat, beri dukungan kepada mereka karena ini adalah pemain-pemain muda yang kita harapkan tim inilah yang akan tampil di SEA Games yang akan datang," kata Zainudin dalam siaran pers.

Baca juga: Pascakekalahan Timnas di Laga Leg Pertama Final Piala AFF, Laman Daring PSSI Diretas

Ia mengatakan pihaknya tetap realistis menaruh harapan pada laga leg kedua karena Indonesia sudah tertinggal 0-4.

Apapun hasilnya nanti, Zainudin mengaku tetap yakin dengan kualitas para pemain yang tampil di Piala AFF 2020. Sebab, mereka akan menjadi cikal bakal pemain timnas senior. 

Ia menilai keputusan pelatih timnas Shin Tae-yong untuk membawa lebih banyak pemain-pemain muda adalah keputusan tepat.

"Keputusan pelatih timnas Shin Tae-yong untuk membawa lebih banyak pemain-pemain muda adalah keputusan tepat. Di depan akan ada SEA Games. Pelatih Shin Tae-yong saya kira telah berbuat banyak, dia sudah tunjukkan, kita bisa masuk ke babak final Piala AFF meski kita tertinggal 0-4 di leg 1. Kita berharap para pemain timnas saat ini yang berlaga pada Piala AFF 2020 menjadi cikal bakal timnas senior," papar Menpora.

Meski demikian, Zainudin mengatakan pemerintah tetap akan memberikan perhatian dan apresiasi kepada para pemain yang bertanding di Piala AFF 2020.

Namun, ia tidak menjelaskan secara jelas perhatian dan apresiasi yang dimaksud.

"Perhatian pemerintah itu bukan pada saat di ujung, pemerintah memfasilitasi sejak awal, sejak persiapan di Pelatnas, pengirimannya kemudian kembali lagi dan itu akan kita lakukan terus," kata Menpora.

"Tapi ini adalah persiapan kita untuk cabang olahraga yang bisa lolos kualifikasi Olimpiade. Sepak bola tentu belum, tetapi karena sepak bola ini merupakan olahraga yang sangat digemari oleh begitu banyak masyarakat Indonesia, maka tentu pemerintah juga memberikan perhatian dan apresiasi terhadap capaian mereka," pungkas dia. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT