19 October 2021, 10:59 WIB

Akibat Kerusuhan di Final Piala Eropa, Inggris Didenda dan Disanksi UEFA


Basuki Eka Purnama | Sepak Bola

AFP/Niklas HALLE'N
 AFP/Niklas HALLE'N
Aksi para pendukung timnas Inggris di luar Stadion Wembley menjelang laga final Piala Eropa 2020. 

BADAN sepak bola Eropa (UEFA) menjatuhkan sanksi pertandingan tanpa penonton dan denda kepada Inggris sebagai buntut kericuhan yang terjadi di sekitar Stadion Wembley menjelang partai final Piala Eropa 2020, 11 Juli lalu.

Inggris diharuskan memainkan dua pertandingan tingkat Eropa tanpa penonton serta dibebani denda senilai 100 ribu euro (Rp1,6 miliar), demikian rilis keputusan yang disiarkan laman resmi UEFA, Senin (18/10) malam.

Hukuman pertandingan tertutup dijatuhkan setelah Komisi Pengendalian, Etik dan Disiplin UEFA menilai asosiasi sepak bola Inggris (FA) gagal menjaga ketertiban di dalam dan sekitar stadion.

Baca juga: Tribun Stadion NEC Nijmegen Ambruk, KNVB Lakukan Penyelidikan

Sanksi denda dijatuhkan dengan alasan serupa disertai temuan adanya penonton masuk lapangan, pelemparan obyek ke lapangan di tengah laga dan gangguan saat lagu kebangsaan lawan dinyanyikan.

Pada 11 Juli lalu, Inggris menghadapi Italia di partai final Piala Eropa 2020 dan harus melihat lawannya mengangkat trofi juara setelah kalah lewat adu penalti.

Sebelum kickoff partai final berlangsung, sejumlah penonton tanpa tiket diketahui berusaha menembus pagar Stadion Wembley.

Sedikitnya 86 orang ditangkap kepolisian London karena insiden tersebut, sementara parlemen Inggris juga menuntut penjelasan FA mengenai kejadian itu. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT