14 July 2021, 17:17 WIB

Matthaus: Inggris Pantas Rasakan Trauma Kalah Adu Penalti


Widhoroso | Sepak Bola

AFP/Laurence Griffiths
 AFP/Laurence Griffiths
Ekspresi kekecewan seorang fan Inggris setelah Harry Kane dan kawan-kawan kalah dari Italia di final Euro 2020, 12 Juli lalu.  

TIMNAS Inggris dan suporter mereka pantas merasakan trauma akibat patah hati kalah adu penalti di final Euro 2020 melawan Italia karena arogansi mereka sepanjang turnamen. Pernyataan tersebeut dilontarkan  mantan kapten timnas Jerman, Lothar Matthaus.

The Three Lions, julukan timnas Inggris, kalah 2-3 dalam adu penalti dalam laga final di Wembley, Senin (12/7). Dalam adu penalti, tiga penendang Inggris gagal menjalankan tugasnya dengan baik 

Matthaus mengaku kesal dengan sekelompok fan Inggris sepanjang turnamen. "Fans Inggris memusuhi gadis kecil berseragam Jerman. Mereka juga menyoraki lagu kebangsaan tim lawan," tulis Matthaus di SportBild. 

Komentar Matthaus tentang "gadis kecil berbaju Jerman" berkaitan dengan pendukung Inggris yang mengejek seorang bocah Jerman yang terlihat menangis usai The Three Lions mengalahkan pasukan Joachim Loew 2-0 di babak 16 besar Euro 2020.

Ejekan terhadap lagu kebangsaan lawan di Wembley menjadi tema yang berulang sepanjang turnamen, dengan Southgate sampai meminta secara terbuka kepada fans Inggris untuk tidak melakukan hal serupa sebelum final melawan Italia.

Ia juga menyoroti insiden sinar laser yang diarahkan pendukung Inggris ke wajar kiper Denmark Kasper Schmeichel pada laga semifinal. Selain itu, Matthaus juga mengecam ada perilaku rasis terhadap pemain mereka sendiri setelah final. 

"Orang-orang Inggris yang terhormat, itu adalah perilaku tidak sportif yang tidak kami ketahui dari kalian dan tidak ingin pernah ingin kami lihat lagi. Jadi, maaf untuk pada pemain, tapi kalian (fan Inggris) pantas merasakan trauma setelah kalah adu penalti di final," ungkap Matthaus. (Goal/OL-15)
 

BERITA TERKAIT