26 April 2021, 13:43 WIB

PSSI Sampaikan Maaf Atas Aksi Suporter Persija dan Persib


Dero Iqbal Mahendra | Sepak Bola

ANTARA FOTO/Ahmad Tri Hawaari
 ANTARA FOTO/Ahmad Tri Hawaari
Suporter Persija menyalakan flare saat merayakan kemenangan Persija pada laga final Piala Menpora 2021 di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta.

MESKI gelaran Piala Menpora 2021 dapat dikatakan sukses sejak dari babak penyisihan grup hingga ke partai final dengan melaksanakan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat. Namun pada akhirnya tindakan sejumlah oknum suporter Persija dan Persib mencoreng capaian tersebut.

Padahal Piala Menpora ini juga menjadi momentum menuju kick off Liga 1 dan 2 2021 yang rencananya digelar bulan Juli mendatang

Seperti diketahui usai dipastikannya Persija menjadi juara Piala Menpora sejumlah pendukung Persija tumpah ruah di sejumlah jalanan Jakarta untuk euforia juara.

Selain itu, sebagian pendukung Persib Bandung juga menumpahkan kekecewaan dengan merusak kantor PT Persib Bandung dan melakukan tidak pantas dengan melakukan sweeping terhadap kendaraan plat B.

Head of Dept Suporter Development and Fan Engagement PSSI, Budiman Dalimunthe menyayangkan dua kejadian tersebut.

Padahal PSSI melalui ketua dua suporter klub tersebut yakni Diky Soemarno (The Jakmania) dan Heru Djoko (Viking Persib Club) terus berkomunikasi agar tidak melakukan kegiatan terkait pengumpulan massa karena masih dalam pandemi covid-19.

"Untuk pendukung Persija sebelumnya kami sudah menjalin komunikasi yang baik dengan Ketua The Jakmania (Diky Soemarno) agar tidak ada suporter yang datang ke stadion, nonton bareng dan melakukan konvoi kemenangan," kata Budiman dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/4).

"Pengurus Jak Mania sudah memberikan arahan kepada anggotanya untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan tersebut. Bahkan di Solo, pendukung Persija mampu menahan diri untuk tidak merayakan euforia di jalan," jelas Budiman.

Budiman menambahkan bahwa untuk pendukung Persib, hal ini karena mereka kecewa tim kesayangan mereka kalah di final. Untuk itu mereka melakukan aksi yang kurang terpuji di Kantor Sekretariat PT Persib.

"Bobotoh sebelumnya kami sudah kami edukasi dan berikan arahan kepada mereka agar tidak datang stadion, nonton bareng, konvoi atau membikin kerumunan. Namun mereka secara spontan malah melakukan tindakan-tindakan yang membuat kerugian. Tentu hal ini sangat kami sayangkan dan semoga kedepan tidak terjadi lagi," kata Budiman.

"Terkait euforia spontan di Jakarta dan aksi di Bandung, kami juga mohon maaf. Insya Allah kami akan lebih intens berkomunikasi dengan teman-teman suporter semua klub agar tidak hanya mengawal dan menjaga kondusivitas di kota-kota penyelenggara tetapi juga intens mencegah euforia dan aksi kecewa di kota asal (domisili) tim yang sedang bertanding," tukas Budiman.

Usai kejadian tersebut, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan langsung menegur Head of Dept Suporter Development and Fan Engagement PSSI, Budiman Dalimunthe dan ingin kejadian-kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

Apalagi Ketum PSSI sudah memberikan arahan bahwa kepada seluruh suporter agar tidak datang ke stadion, tidak nonton bareng, tidak melakukan kerumunan massa, tidak melakukan konvoi euforia kemenangan atau aksi tidak terpuji bila timnya kalah, hal ini karena masih suasana pandemi Covid-19. (Dro/PSSI/OL-09)

BERITA TERKAIT