06 June 2022, 19:00 WIB

223 Tahun Alexander Pushkin 


Iwan Jaconiah | Sajak Kofe

Ilustrasi Elena Shipitsova
 Ilustrasi Elena Shipitsova
   

Ilustrasi: Elena Shipitsova 

PIDATO filsuf Rusia Fyodor Dostoyevsky (1821-1881) pada acara peresmian Monumen Memorial Alexander Pushkin di Moskwa, pada 1880, telah menjadi resonansi dalam dunia filsafat dan budaya Rusia. 

"Pushkin adalah salah satu penyair dunia yang memiliki kemampuan lebih untuk berubah sepenuhnya. Ia dapat menjadi warga dunia tanpa sedikitpun meninggalkan identitasnya." 

Begitulah sepenggal bunyi naskah pidato fenomenal Dostoyevsky. Diterbitkan pada 1 Agustus 1880 dengan judul Buku Harian Penulis. Penerbitan naskah pidato terjadi beberapa bulan sebelum kematiannya. 

Dostoyevsky berjuang memperkenalkan gagasan Alexander Pushkin (1799-1837) sebagai seorang "Penyair Universal". Pushkin dinilai dapat melampaui batas-batas nasional. Ia memiliki sifat universal dan menerima budaya luar, namun tetap menjaga jati dirinya sebagai bangsa Rusia. 

Campur tangan Dostoyevsky sangat mumpuni. Ia ikut mengangkat derajat Pushkin sehingga mendapatkan simpati rakyat. Sebagai penghargaan atas peran mulia, maka didirikanlah sebuah Monumen Memorial Dostoyevsky di depan Perpustakaan Nasional Rusia. Banyak turis asal Indonesia sering berkunjung ke sana. 

Hari ini 6 Juni menandai peringatan 223 tahun kelahiran Pushkin. Ia menjadi sosok termasyhur. Karya-karyanya selalu dikaji, dibaca, dan dianalisis sebagai lumbung emas sastra Rusia dan dunia. Tidak diragukan lagi bahwa Pushkin adalah sastrawan besar. 

Untuk itu, izinkan saya mengatakan kembali apa yang telah lama diketahui orang-orang tentang kejeniusannya. Bagi saya memahami Pushkin sangat menyenangkan dan menakjubkan. Semua genre sastra ternyata tunduk pada pena Pushkin. 

Ada elegi, pesan ramah, dongeng, novel, dan karya dramatis. Karya unik Pushkin berjudul Eugene Onegin, misalnya, begitu dipuja. Penulisan roman ini dimulai pada 9 Mei 1823 dan selesai pada 5 Oktober 1831. 

Bentuk dan konten roman memasuki kesadaran publik sehingga Pushkin dianggap sebagai 'ensiklopedia kehidupan Rusia'. 

Kehidupan dan perjalanan kreatif penyair brilian itu, berduri dan berliku-liku. Ia membangkitkan perasaan bijak, menyatakan prinsip-prinsip humanistik, mengutamakan kebebasan, dan menjaga kekuatan kreatif seni. 

Para penulis Rusia hingga kini masih bergulat dengan gagasan identitas Rusia antara Timur (oriental) dan Barat (occidental). Tafsiran terhadap budaya Timur, yang notabene Timur Jauh, mencakup Vladivostok dan Laut Pasifik, memang masih berpatokan pada kajian atas karya-karya Pushkin. 

Sebagian menganggap bahwa Pushkin melihat ke Barat untuk menjawab tantangan dalam dunia sastra sejak reformasi Peter Yang Agung. Sebaliknya, ia juga menengok ke Timur sebagai sebuah imajinasi atas daerah tropis yang hangat dan bersahaja. 

Pertanyaan mendasar ialah kenapa Pushkin diangkat sebagai Bapak Sastra Rusia? Hal ini pernah menjadi polemik. Ia sempat dianggapan tidak murni sebagai orang Rusia. Leluhur Pushkin adalah orang berkulit hitam dari Afrika. 

Diskusi tentang identitas Rusia dan misi yang ditahbiskan secara historis di dunia menjadi fokus yang tajam. Terjadi perdebatan sengit antara Slavophile dan Westernizer, dua grup kaum intelektual yang pernah ada dan paling berpengaruh pada pertengahan abad ke-19 di Rusia. 

Terlepas dari perdebatan itu, peranan Dostoyevsky sangatlah penting. Ia mampu merubah semua keraguan dan kekhawatiran orang-orang menjadi kekaguman. Rakyat pun menerima dan mencintai Pushkin sepenuh hati. 

Pada Zaman Perak (1890-1910), Rusia mengalami kebangkitan. Para peneliti melihat bahwa Zaman Klasik Kuno dan Renaisans (Pembaharuan) Italia telah memberikan wawasan dalam memecahkan krisis positivisme dan naturalisme. 

Kajian ketimuran 

Penyair simbolis Rusia-Prancis Konstantin Balmont (1867-1942) dalam dekade pertama proses kreativitasnya (oeuvre), pernah menelaah karya-karya Pushkin. Balmont mempelajari berbagai macam pengaruh kebudayaan dunia. 

Mulai dari Maya, Aztec, Mesir Kuno, Jepang, India, sampai Skandinavia. Kecintaan pada karya Pushkin membuat Balmont melihat dirinya sebagai pewaris Pushkin, yang akan memperluas cakrawala budaya Rusia. 

Sementara, Orientalis Rusia Joseph Braginsky (1905-1989) mencatat bahwa Pushkin tidak pernah datang ke Timur. Upaya pertama untuk menggunakan motif ketimuran dalam karya-karya Pushkin barulah muncul dalam karya berjudul Pushkin dan Timur

Perkembangan motif ketimuran dalam karya Pushkin terbagi menjadi empat periode. Keempatnya ialah Lyceum (1813-1817), Petersburg (1817-1820), Kaukasia (1820-1824), dan Mikhailovsky (1824-1830). 

Motif ketimuran, sebagaimana dicatat Braginsky, hanya muncul dari awal pengasingan Pushkin ke selatan, yaitu di Kaukasia pada 1820. Pengetahuan Pushkin tentang daerah-daerah Timur dikarenakan pertemuannya dengan para petualang dan pelayar Eropa saat dia diasingkan. 

Di era kekinian, Prof Dr Filologi dari Universitas Negeri Timur Jauh untuk Kemanusiaan, Rusia, Sergey Krasnoshtanov, banyak menulis kajian tentang Pushkin secara komprehensif. Salah satu penelitian Krasnoshtanov yang fenomenal berjudul Pushkin dan Timur Jauh. Artikel itu diterbitkan di majalah budaya Slovesnitsa Iskusstva edisi №2 (16) 2005.

Inti kajian mendukung tentang adanya kedekatan Pushkin dan dunia ketimuran. 

Ini hari genap sudah 223 tahun Pushkin. Ia sering disebut sebagai pendiri bahasa dan sastra Rusia modern. Hal itu bukan kebetulan sebab pada 2011, Presiden Federasi Rusia menandatangani Dekrit tentang perayaan tahunan 6 Juni sebagai Hari Bahasa Rusia. 

Dokumen tersebut menyatakan bahwa tanggal kelahiran sang penyair tak dapat dilupakan dan patut dirayakan. Tujuannya "untuk melestarikan, mendukung, dan mengembangkan bahasa Rusia sebagai warisan nasional rakyat Federasi Rusia". Artinya, bahasa sebagai sarana komunikasi internasional, bagian integral dari warisan budaya dan spiritual, serta peradaban dunia. 

Tak hanya di ranah sastra, kepribadian dan kreativitas Pushkin menjadi sumber inspirasi bagi lebih dari satu generasi maestro seni rupa Rusia. Penampilan penyair yang hidup, sulit dimengerti, dan tidak dapat dipahami memberi isyarat penting. 

Alhasil, roh Pushkin telah menarik perhatian para seniman lintas abad untuk menguji kemampuan dan kekuatan mereka. Sejumlah seniman turut melukis dan memahat wajah Pushkin. Sebut saja, pegrafis Orest Kiprensky (1782-1836), pelukis Ilya Repin (1844-1930), dan pematung Alexander Burganov (1935). 

Pada beberapa kesempatan, saya pernah berjumpa dengan Burganov. Ia merupakan seniman yang begitu populer. Salah satu karya Burganov adalah patung pasangan suami istri, Pushkin dan Natalia Goncharova, yang terpahat rapih di Jl Arbat Lama, sebuah kawasan elit di Moskwa. 

Bahasa Rusia adalah salah satu bahasa dengan banyak penutur di dunia. Rumpun bahasanya berakar dari bahasa Slavia. Bahasa ini sangat harmonis, melodis, dan kompleks. Pushkin telah hadir dengan bahasa sehari-hari. Dicintai rakyat dan diingat dunia. (SK-1) 



Baca juga: Sorgum Primadona Baru 

Baca juga: Puisi Tak Pernah Selesai Ditulis

Baca juga: Sajak Kofe, Warung Puisi Pascakontemporer Indonesia 

 

 

 

 

Iwan Jaconiah adalah penyair, editor puisi Media Indonesia, dan penulis buku Hoi!, sebuah kumpulan puisi tentang kisah diaspora Indonesia di Rusia. 

BERITA TERKAIT