Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (ILUNI FIB UI) menginisiasi Gerakan Literasi Anak dan Remaja (GELAR) yang bertujuan untuk mencetak 100 penggiat literasi serta meningkatkan keterampilan dan kemampuan membaca anak-anak. Kegiatan ini telah dilakukan sejak 2020 dan tahun ini mereka berkolaborasi dengan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia melalui Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya (PPKB FIB UI) menyelenggarakan kegiatan tersebut di Kampus FIB UI, Depok, Jawa Barat, Rabu (20/7)
Kegiatan ini dikemas dalam serangkaian acara antara lain, ruang bermain, ekspresi dan kreasi anak Nusantara, serta "Pelataran Anak Nusantara" yang berisi pentas dongeng, dan kelas mendongeng untuk anak-anak.
Selain itu, kegiatan ini juga disi dengan pelatihan mendongeng kepada para guru dan pegiat literasi menggunakan Buku Cerita Nusantara.
“ILUNI FIB UI dan FIB UI berikhtiar meningkatkan keterampilan guru dan pegiat literasi untuk menyajikan pengalaman membaca yang menyenangkan dan membudayakan minat membaca kepada anak-anak. Sebanyak 100 perserta yakni guru-guru sekolah di Jabodetabek serta puluhan pengiat literasi berpartisipasi di acara ini. Mereka akan menciptakan ekosistem literasi nasional”, ujar Ketua ILUNI FIB UI Hilmar Farid,
Perihal literasi, survei yang dirilis Program for International Student Assessment (PISA) dan dipublikasikan Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2019 menyebutkan Indonesia menempati peringkat ke 62 dari 70 negara. Di sisi lain, minat baca anak-anak cukup tinggi, berdasarkan survei Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa). Namun ketersediaan bacaan anak yang sesuai dengan minat anak-anak itu masih relatif minim.
Untuk meningkatkan literasi dan memacu distribusi bacaan anak-anak, Hilmar mengatakan ILUNI FIB bersama akademisi di FIB UI berkolaborasi untuk mencetak para penggiat literasi serta menciptakan ekosistem literasi nasional, panitia GELAR akan mendistribusikan buku Dongeng Anak Nusantara kepada komunitas dan pegiat literasi.
Hilmar menyampaikan dampak dari peningkatan literasi dan minat membaca itu tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca atau menulis anak-anak.
"Nantinya, kemampuan membaca anak-anak bisa memicu jiwa kewirausahaan, mempraktikkan kearifan lokal yang berwawasan global, menginsipirasi mereka menjadi peneliti, guru, tenaga profesional hingga menempa budaya berinvestasi atau menabung sejak dini. Kami berharap kegiatan ini menjadi salah satu komponen dalam meningkatkan literasi nasional,” tutur Hilmar yang juga menjabat Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Pada kesempatan ini, Ari Prasetiyo, Kepala PPKB FIB UI dan Ketua Panitia Penyelenggara GELAR 2022 berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan dan pengalaman guru serta pegiat literasi dalam menumbuhkan minat baca dan belajar anak dengan cara yang menyenangkan.
“Yang tidak kalah penting untuk membangun komitmen guru dan sekolah dalam memfasilitasi serangkaian aktivas sebagai bagian dari Gerakan Literasi yang dilaksanakan sejak tahun 2020," ucap Ari.
Kegiatan tahun ini bertajuk “Mendongeng dengan Buku Cerita Nusantara dan Plataran Anak Nusantara” dan menampilkan Ariyo Zidni. Kak Aio, demikian sapaan akrab Ariyo, adalah pendongeng internasional serta penulis cerita anak-anak. Adapun peserta kegiatan ini adalah pegiat literasi yang terdiri dari, guru, relawan, dan siswa sekolah dasar. (M-4)