27 February 2021, 17:04 WIB

Nurdin Abdullah Penerima Bung Hatta Anticorruption Award


Lina Herlina | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
 ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah bersiap menjalani pemeriksaan setibanya di gedung KPK, Jakarta, hari ini.

GUBERNUR Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah sempat menjadi representasi kepala daerah yang bersih antikorupsi. Bahkan saat masa jabatan terakhirnya di Bantaeng sebagai bupati, 2017, Guru besar Kehutanan Universitas Hasanuddin Makassar itu, mendapatkan penghargaan Hatta Anticorruption Award.

Bahkan dia juga secara rutin melaporkan harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Termasuk selama menjabat sebagai orang nomor satu di Sulsel, setiap kebijakan yang diambilnya selalu menggandeng lembaga antirasuah itu. Bahkan di kantor Gubernur Sulsel saat ini, ada ruangan akselerasi dengan KPK.

Selain sebagai guru besar di Unhas, Nurdin pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Maruki Internasional Indonesia dan President Director of Global Seafood Japan. Juga pernah sebagai Direktur Kyusu Medical Co. Ltd. Japan dan Dewan Penyantun Politeknik Negeri Makassar.

Nurdin Abdullah Lahir di Kota Parepare, 7 Februari 1964. Masa kecil dan sekolahnya dihabiskan di Parepare dan kemudian dilanjutkan pendidikan sarjana di Fakultas Pertanian dan Kehutanan Unhas. Lalu meraih gelar magister dan doktoralnya di jurusan Agriculture di Kyushu University Jepang tahun 1991 dan 1994.

Baca juga: Pengamat Kaitkan OTT KPK Dengan Peluang Nurdin Abdullah di Pilgub

Pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terakhir yang dilaporkan Nurdin kepada KPK, 29 April 2020 untuk laporan periodik tahun 2019 tercatat dia punya harta kekayaan sebanyak Rp51,3 miliar, yang terdiri dari 54 unit tanah senilai Rp49.368.901.028. Serta satu unit mobil Toyota Alphard seharga Rp300 juta.

Nurdin juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp271,3 juta, kas dan setara kas Rp267.411.628 dan harta lainnya senilai Rp1,15 miliar.

Untuk 54 unit tanah yang dimiliki Nurdin ternyata tersebar di wilayah Sulsel dan ada juga di Pulau Jawa. di Sulsel sendiri ada di Kota Makassar, di Kabupaten Soppeng yang merupakan kampung halaman ibunya, dan Kabupaten Bantaeng sebelumnya tempat ia menjabat sebagai kepala daerah dua periode. Lalu di luar jawan, diketahui bidang tanahnya berada di Tangerang Selatan. (OL-4)

BERITA TERKAIT