27 February 2021, 14:56 WIB

Sejumlah Ruangan di Dinas PU Binamarga Sulsel Disegel KPK


Lina Herlina | Politik dan Hukum

MI/Lina Herlina
 MI/Lina Herlina
Ruangan yang disegel oleh KPK pasca penangkapan Gubernur Sulawesi Selatan

RUMAH Dinas Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, di Jalan Jenderal Sudirman dan rumah pribadinya di Perumahan Dosen Universitas Hasanuddin, Makassar, yang sama-sama bernuansa putih terlihat lengang, pascapenangkapan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sabtu (27/2) dini hari.

Di bagian belakang rumah dinas, Jalan Sungai Tangka Makassar hanya terlihat beberapa petugas dari satuan polisi pamong praja (Satpol) yang berada di pos jaga. Bahkan salah seorang diantaranya menyebutkan jika Nurdin Abdullah sedang tidak di tempat dan keluar kota.

Sementara itu, di kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Binamarga terlihat pintu utamanya dirantai dan digembok. Hanya saja, Hasan, Satpol PP yang berjaga di sana tidak menampik jika pihak KPK sempat berada di kantor tersebut.

Baca juga: Pengamat Kaitkan OTT KPK Dengan Peluang Nurdin Abdullah di Pilgub

"Kita tidak tahu kalau ada penggeledahan KPK karena kami penjaga pengganti yang masuk pagi. Tapi, kalau informasi semalam ada penyampaian jika ada pemeriksaan KPK," sebut Hasan.

Dia juga mengatakan, jika pintu utama masuk kantor tersebut tergembok setelah dia tiba di sana. "Tapi yang saya saya tau ada dua ruang yang disegel KPK, yaitu ruangan kepala dinas dan sekretaris dinas," tutup Hasan.

Berdasarkan informasi yang diterima, dalam penangkapan yang dilakukan KPK itu, selain Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, dan ajudannya Samsul Bahri, serta Sekretaris Dinas PU dan Binamarga Edy Rahmad juga beserta sopirnya dan seorang pengusaha/kontraktor ikut tertangkap.

Hanya saja, hingga saat ini, Kepala Dinas PU dan Binamarga Rudy Djamaluddin belum bisa dikonfirmasi sama sekali. Semua kontaknya tidak aktif. Bahkan hingga saat ini pihak KPK juga belum memberi keterangan apa kasus yang disangkakan pada orang nomor satu di Sulsel itu. Jubir KPK Ali Fikri hanya sebatas membenarkan adanya penangkapan. (OL-4)

BERITA TERKAIT