25 February 2021, 00:18 WIB

Majalah DIKTI Raih Silver Winner di InMA 2021


Syarief Oebaidillah | Humaniora

Dok. Kemendikbud
 Dok. Kemendikbud
Majalah Dikti

MAJALAH Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meraih Silver Winner pada ajang Indonesia Inhouse Magazine Award (InMA) 2021, kategori Kementerian dan Lembaga Pemerintah Terbaik pada Rabu (24/02), dalam Awarding Session IPMA  INMA,  IYRA,  ISPRIMA 2021.

Seperti disitat dari Serikat Perusahaan Pers (SPS), InMA yang diselenggarakan sejak 2012 didedikasikan untuk memicu lahirnya karya-karya sampul muka dan konten media cetak dan digital yang kreatif dan inspiratif, serta sebagai apresiasi dari Serikat Perusahaan Pers (SPS) pusat atas kinerja seluruh pengelola media di Indonesia, pengelola inhouse magazine di setiap korporasi dan Lembaga, serta rekan pers mahasiswa.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Nizam, mengatakan penghargaan itu menjadi pemicu agar ke depan Ditjen Dikti terus memberikan informasi lebih banyak lagi dan juga dibutuhkan oleh masyarakat melalui berbagai kanal media yang dimiliki.

“Prestasi ini tentunya menjadi pemicu agar terus memberikan informasi yang memang dibutuhkan oleh masyarakat, terutama para pemangku kepentingan yang berhubungan dengan pendidikan tinggi. Selain itu berbagai kanal media akan terus dioptimalisasi dalam rangka mendukung hal tersebut,” tutur Nizam.

Baca juga : Baznas Fokus Jalankan Empat Agenda Besar

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Paristiyanti Nurwardani mengatakan, dengan adanya prestasi ini diharapkan juga semakin memberikan manfaat bagi insan Dikti di Indonesia dalam mendapatkan informasi yang sahih atau mendapatkan informasi terbaru terkait program dan kegiatan ataupun hal-hal yang dibutuhkan oleh insan Dikti.

“Harapannya prestasi ini menjadi pemantik bagi insan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan tim Majalah Dikti, sehingga ke depan Majalah Dikti dan kanal media lainnya dapat terus berinovasi serta meningkatkan kualitasnya dalam memenuhi kebutuhan informasi bagi para insan Dikti,” ujarnya.

Penjurian dilakukan sejak awal Februari lalu oleh para juri. Proses penjurian dilakukan secara off-line dan on-line. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT