16 January 2021, 16:45 WIB

BMKG Tangkap Fenomena Aneh pada Gempa Majene


Atalya Puspa | Humaniora

DOK Basarnas
 DOK Basarnas
Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majene, Sulawesi Barat.

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa bumi yang melanda Majene, Sulawesi Barat, merupakan fenomena yang kurang lazim. Jika mencermati aktivitas gempa Majene saat ini, tampak produktivitas gempa susulannya sangat rendah.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan hal itu. Padahal sebaran stasiun seismik BMKG sudah cukup baik di daerah tersebut.

Artinya, gempa-gempa kecil pun akan dapat terekam dengan baik. Akan tetapi, hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa gempa Majene miskin gempa susulan (lack of aftershocks).

"Fenomena ini agak aneh dan kurang lazim. Gempa kuat di kerak dangkal (shallow crustal earthquake) dengan magnitudo 6,2 mestinya diikuti banyak aktivitas gempa susulan. Akan tetapi hasil monitoring BMKG menunjukkan hingga hari kedua pascagempa utama magnitudo 6,2 hingga saat ini baru terjadi 23 kali gempa susulan," kata Daryono dalam keterangan resmi, Sabtu (16/1).

Ia melanjutkan jika dibandingkan dengan kejadian gempa lain dengan kekuatan yang hampir sama, biasanya pada hari kedua sudah terjadi gempa susulan sangat banyak. Bahkan, lanjutnya, di hari kedua sudah dapat mencapai jumlah sekitar 100 gempa susulan.

Baca juga: BMKG Perkirakan Penyebab Fenomena Aneh Gempa Majene

(OL-14)

BERITA TERKAIT