23 December 2020, 21:41 WIB

Amerika Imingi Rp28 T jika Indonesia Hubungan dengan Israel


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Armend Nimani
 AFP/Armend Nimani
Adam Boehler

AMERIKA Serikat mulai merayu Indonesia agar mau melakukan normalisasi hubungan dengan Israel. Langkah ini menyusul kesuksesan Negara Paman Sam tersebut membujuk Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko. Imbalan yang dijanjikan pun menggiurkan yaitu bantuan keuangan sampai US$2 miliar atau sekitar Rp28,35 triliun.

"The US International Development Finance Corporation (DFC) sebagai badan pemerintah yang berinvestasi di luar negeri dapat melipatgandakan portofolio sampai US$1 miliar saat ini jika Indonesia mengembangkan hubungan dengan Israel," kata Chief Executive Officer DFC Adam Boehler dalam wawancara dengan Bloomberg, Senin (23/12), di Hotel King David di Yerusalem.

Boehler mengklaim pihaknya sedang membicarakan hal itu kepada Indonesia. "Jika mereka siap, kami akan dengan senang hati mendukung secara finansial lebih dari yang sudah kami lakukan."

Dia mengatakan dia tidak akan terkejut jika pendanaan organisasinya untuk Indonesia, negara mayoritas Muslim terbesar di dunia, bakal sebesar satu atau dua miliar dolar lebih.

Baca juga: PKS: Haram Normalisasi Hubungan dengan Israel

Para pemimpin Amerika dan Israel mengatakan mereka mengharapkan lebih banyak negara untuk bergabung dalam gelombang perjanjian normalisasi dengan Israel yang diumumkan dalam beberapa bulan terakhir, termasuk dengan Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko.

AS juga berharap Oman dan Arab Saudi akan bergabung. Tapi, Boehler mengatakan pendanaan DFC untuk kedua negara tersebut akan dibatasi karena organisasi tersebut tidak diizinkan untuk berinvestasi secara langsung di negara-negara berpenghasilan tinggi.

Cabang Prosper Africa pertama di Afrika utara

Boehler berada di Israel sebagai bagian dari delegasi bersama menantu Trump dan penasihat senior Jared Kushner. Berikutnya di Maroko, Boehler mengatakan dia akan mengumumkan pembukaan cabang Prosper Africa pertama di Afrika utara, suatu inisiatif untuk meningkatkan bisnis antara AS dan Afrika.

Dia juga mengatakan agensinya kemungkinan akan menjadi bagian dari sindikat utang untuk membantu membiayai penjualan pelabuhan terbesar Israel di kota Haifa utara. Perusahaan Amerika dan perusahaan Emirat telah menunjukkan minat dalam tender tersebut. Boehler mengatakan dia akan melihat tawaran yang melibatkan orang Amerika atau sekutu seperti UEA.

Baca juga: Pemukim Tewas, Tentara Israel Perkuat Penjagaan di Tepi Barat
 
Sebagai bagian dari kesepakatan normalisasi, Boehler membantu membentuk pembiayaan sebesar US$3 miliar bersama Israel-Emirat-AS berbasis di Yerusalem untuk berinvestasi secara regional. Kepala dana tersebut, penasihat senior Kedutaan Besar AS, Aryeh Lightstone, mengatakan sejauh ini AS sedang melakukan uji tuntas pada lebih dari 10 kesepakatan potensial.

Salah satu yang pertama yaitu pipa minyak di Israel. Boehler mengatakan lebih banyak lagi yang sedang diteliti karena AS mencari cara untuk memperluas ekspor gas alam negara itu ke negara-negara Asia Tengah atau Eropa untuk membantu melawan pengaruh Rusia dan Tiongkok. Ini area yang menarik dan ini merupakan pasar yang sering tidak dimainkan oleh Amerika Serikat," kata Boehler.

Bantu Amerika Latin dari Utang Tiongkok

Di tempat lain di dunia, Boehler mengatakan prioritas sebelum pemerintahan Trump keluar dari kantor bulan depan adalah membantu negara-negara Amerika Latin yang berutang miliaran dolar AS ke Tiongkok dalam proyek infrastruktur.

"Kami sedang dalam diskusi intensif untuk melihat apakah kami dapat melakukan sesuatu di sana. Mereka membutuhkan bantuan dari segi pembangunan. Ini merupakan kesempatan bagi mereka untuk keluar dari pengaruh Tiongkok," katanya. Pihaknya akan melihat hal itu bakal selesai atau tidak sebelum 20 Januari.

Presiden terpilih Joe Biden telah berjanji untuk membalikkan banyak kebijakan pendahulunya. Boehler mengatakan bahwa agensinya menikmati dukungan bipartisan dan dia mengharapkan program berkelanjutan di bawah pemerintahan baru.

“Saya pikir mereka akan mengambil yang kami lakukan dan akan melangkah lebih jauh. Saya berharap mereka melakukannya dan saya akan berada di sana untuk mendukung mereka,” katanya. (OL-14)

BERITA TERKAIT