17 December 2020, 19:41 WIB

Gandeng UEA, Proyek PLTS Terapung di Jabar Resmi Digarap


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

ANTARA/M Agung Rajasa
 ANTARA/M Agung Rajasa
.

PROYEK pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung 145 MW di Cirata, Jawa Barat, resmi digarap pada Kamis (17/12). Proyek tersebut merupakan realisasi investasi perusahaan-perusahaan dari Uni Emirat Arab (UEA) di Indonesia.

Duta Besar RI untuk UEA Husin Bagis menyatakan proyek tersebut merupakan satu di antara 11 kesepakatan bisnis yang dipertukarkan di hadapan Presiden Joko Widodo dan Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan di Abu Dhabi pada Januari 2020.

"Peresmian proyek PLTS terapung 145 mw senilai US$129 juta ini merupakan langkah awal. Kami berharap Masdar, selaku investor UEA dalam proyek ini, dapat terus melakukan ekspansi dan membangun pembangkit listrik lain di Indonesia," ujar Husin dalam keterangan pers Kementerian Luar Negeri, Kamis (17/12).

Dijelaskan, peresmian proyek PLTS terapung yang juga ditandai dengan penandatanganan Shareholder Agreement dan prosesi peluncuran floater tersebut, akan menjadi salah satu kick off proses persiapan pembangunan pembangkit listrik di waduk Cirata.

Husin menjelaskan, untuk tahap awal PT Pembangkit Jawa Bali Solar Masdar Energi akan menempatkan water station untuk mengumpulkan data sebagai persiapan dari proses pembangunan pembangkit.

"Hasil dari listrik akan masuk ke jaringan transmisi PLN yang akan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Ini merupakan pembangkit listrik tenaga surya terbesar kedua di dunia dan terbesar di Asia Tenggara," ungkap Husin

Keberadaan proyek investasi itu, lanjutnya, menunjukkan Indonesia terbuka bagi investor asing dan berkomitmen untuk mengembangkan energi terbarukan yang ada.

Hadir dalam seremoni tersebut Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Deputi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi, Staf Ahli Sektor Investasi Prioritas Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), serta Wakil Ketua Komisi VII DPR, dan instansi terkait lain.

Berdasarkan data BKPM, UEA menyumbang nilai investasi sebesar US$259 juta dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Nilai investasi ini terdiri dari 338 proyek investasi dan menyerap kurang lebih 9.900 tenaga kerja.

Tren tahun ke tahun itu dianggap menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Pada 2015 level investasi dari UEA senilai US$19 juta per tahun. Pada tahun ini angkanya mencapai US$69 juta per tahun. (OL-14)

BERITA TERKAIT