15 December 2020, 20:37 WIB

Tunisia tidak Berencana Normalisasi Hubungan dengan Israel


Mediaindonesia.com | Internasional

AFP/Geoffroy Van Der Hasselt
 AFP/Geoffroy Van Der Hasselt
.

TUNISIA tidak memiliki rencana untuk mengikuti keputusan Maroko dalam normalisasi hubungan dengan Israel. Perdana Menteri Hichem Mechichi mengatakan dengan tegas bahwa membangun hubungan dengan negara Yahudi itu tidak ada dalam agenda.

Pekan lalu, Maroko menjadi negara keempat di Liga Arab yang mengakui Israel sejak Agustus dalam kesepakatan diplomatik yang ditengahi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Sudan menormalisasi hubungan dengan Israel sebagai bagian dari dorongan yang melemahkan front persatuan dunia Arab yang sebelumnya atas perjuangan Palestina untuk menjadi negara berdaulat.

"Kami menghormati pilihan Maroko. Maroko merupakan negara saudara yang sangat kami cintai," kata Mechichi kepada penyiar France 24 dalam wawancara Senin (14/12) malam.

Namun, "Untuk Tunisia, pertanyaan itu tidak ada dalam agenda." Mechichi mengatakan dia belum didekati oleh pemerintahan Trump tentang masalah ini. "Setiap negara memiliki realitasnya sendiri, kebenarannya sendiri, dan diplomasinya sendiri, yang dianggap terbaik bagi rakyatnya," katanya.

Baca juga: Ketika Pengadilan Israel Usir Warga Palestina dari Rumah

Aljazair mengambil pandangan negatif atas kesepakatan yang dicapai dengan tetangga sekaligus musuh bebuyutannya, Maroko. Pasalnya, Washington mengakui kedaulatan Maroko atas wilayah Sahara Barat yang disengketakan dengan imbalan Rabat menormalisasi hubungan dengan Israel.

 

Aljazair, yang mendukung gerakan kemerdekaan Polisario di Sahara Barat, mengatakan langkah itu merupakan bagian dari manuver asing yang bertujuan mengguncang negaranya. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT