12 December 2020, 03:46 WIB

UEA Beli Saham Tim Sepak Bola Israel, Pendukungnya Ribut


Mediaindonesia.com | Sepak Bola

AFP/Emmanuel Dunand
 AFP/Emmanuel Dunand
.

PENDUKUNG tim sepak bola top Israel, Beitar Jerusalem, terkenal karena basis penggemar anti-Arabnya, bertengkar satu sama lain pada Jumat (11/12) atas investasi Emirat di klub tersebut.

Seorang anggota keluarga kerajaan Abu Dhabi, Sheikh Hamad bin Khalifa Al-Nahyan, menandatangani perjanjian kemitraan senilai US$92 juta pada Senin dengan pemilik klub, Moshe Hogeg.

Pada Jumat, di sela-sela pelatihan para pemain, para pendukung yang menerima investasi itu diserang oleh belasan pendukung kelompok sayap kanan La Familia, yang menentang kesepakatan itu.

"Polisi menangkap empat orang berusia antara 18 dan 29 tahun yang terlibat dalam kerusuhan publik," kata juru bicara polisi Micky Rosenfeld dalam pernyataan.

Penggemar Beitar Jerusalem secara historis dianggap anti-Muslim dan anti-Arab. Kelompok La Familia tersebut dikenal karena nyanyiannya yang menentang Nabi Muhammad.

Klub divisi pertama adalah satu-satunya tim Israel yang tidak pernah menurunkan pemain Arab. Tetapi klub berupaya untuk mengubah citranya dalam beberapa tahun terakhir dan pada 2017 menerima penghargaan atas perjuangannya melawan rasisme.

Investasi di klub datang setelah Israel menjalin hubungan dengan Uni Emirat Arab yang menandatangani kesepakatan bersama dengan Bahrain di Washington pada September.

Sejak itu, UEA dan Bahrain telah menandatangani banyak kesepakatan dengan Israel, mulai dari pariwisata hingga penerbangan dan layanan keuangan.

Sheikh Hamad membeli sekitar setengah dari saham Beitar atau menginvestasikan 300 juta shekel (US$92 juta) di klub selama dekade berikutnya.

"Kami sangat senang dengan keputusan ini dan memahami peluang luar biasa yang bisa dimiliki Beitar Jerusalem dengan uang itu," kata Maor Yifrah, seorang pendukung berusia 26 tahun, yang mengenakan kerudung dari Dubai.

"Kami dapat mengambil jalan baru yang akan membawa kejuaraan dan trofi bagi kami," kata Yifrah kepada AFP. Ia menambahkan bahwa seluruh Eropa akan mendengar kiprah klubnya.

Namun, para pendukung La Familia mengkritik investasi tersebut. Beberapa menulis komentar bernada marah di media sosial, termasuk menyerukan agar nama Beitar Jerusalem diubah menjadi Beitar Mohammed. (OL-14)

BERITA TERKAIT