11 December 2020, 19:20 WIB

Normalisasi Hubungan dengan Israel, Maroko Dijanjikan Sahara Barat


Mediaindonesia.com | Internasional

Debbie Hill and Laudes Martial Mbon
 Debbie Hill and Laudes Martial Mbon
.

DUA pengumuman disampaikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Kamis (10/12), tentang normalisasi hubungan antara Maroko dan Israel serta pengakuan AS atas kedaulatan Maroko terhadap Sahara Barat. Raja Maroko dan PM Israel menyambut pengumuman tersebut.

Setelah Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Sudan, Maroko menjadi negara Arab keempat sejak Agustus yang berkomitmen menjalin hubungan diplomatik dengan negara Yahudi tersebut.

Sahara Barat merupakan bekas koloni Spanyol yang disengketakan. Sebagian besar wilayah tersebut di bawah kendali Maroko. Tapi ada ketegangan dengan Front Polisario yang ingin kemerdekaan daerah tersebut sejak 1970-an.

Dalam pernyataan Istana Kerajaan, Raja Maroko Mohammed VI mengonfirmasi negaranya akan melanjutkan kontak resmi dan hubungan diplomatik dengan Israel, dua dekade setelah kedua negara menutup kantor penghubung.

Dia mengatakan langkah-langkah ini sama sekali tidak memengaruhi komitmen Maroko yang terus dan berkelanjutan untuk perjuangan Palestina. Ia menegaskan kembali komitmen Rabat terhadap solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina.

Dia juga mengirimkan ucapan terima kasih yang tulus kepada presiden AS atas keputusannya untuk mengakui kedaulatan Rabat atas Sahara Barat.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji perjanjian normalisasi sebagai bersejarah dan mengantisipasi penerbangan langsung antara negaranya dan Maroko dalam waktu dekat.

"Kami akan segera melanjutkan kantor penghubung antara Israel dan Maroko serta bekerja secepat mungkin untuk membangun hubungan diplomatik penuh," katanya. (AFP/OL-14)

BERITA TERKAIT