27 November 2020, 03:05 WIB

Belajar Disiplin dari Pesantren Darussyifa


(BB/LD/SS/BK/BY/DW/YK/JS/ | Nusantara

Ghozi
 Ghozi
Santri Ponpes Sabilul Muttaqin, Kabupaten Sumemep, Kawa Timur, mengikuti kegiatan belajar tatap muka dengan protokol kesehatan,  

RIBUAN santri sudah memulai belajar tatap muka di Pondok Pesantren Terpadu Darussyifa Al Fitroh di Desa Cipetir, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sejak Agustus lalu. Tidak seperti pondok lainnya, sampai kemarin, tidak satu pun di antara mereka yang terjangkit.

“Protokol kesehatan dilaksanakan dengan ketat dan baik di pesantren di bawah naungan Perguruan Islam Yaspida ini. Kedisiplinan mereka bisa jadi contoh bagi pesantren lain,” aku Kepala Dinas Kesehatan Sukabumi, Harun Alrasyid, kemarin.

Dia mewanti-wanti pesantren agar tidak lengah dan berleha-leha. “Antisipasi mesti terus dilakukan dengan maksimal agar lingkungan pesantren betul-betul terbebas dari penyebaran covid-19.”

Di Banyumas, Jawa Tengah, Bupati Achmad Husein sudah menyatakan kondisi wilayahnya darurat covid-19. Dalam sehari bisa ada penambahan 100 kasus baru dengan jumlah kematian sampai 7 orang. Karena itu, ia menggulirkan sejumlah kebijakan sebagai upaya melakukan pengereman darurat.

“Saya memutuskan untuk menghentikan izin hajatan yang sudah ramai dilakukan masyarakat. Meski diprotes dan dikritik, kebijakan pahit ini harus tetap dilaksanakan,” tegasnya.

Tidak hanya untuk warga, rem juga diterapkan bagi anak buahnya. Sang bupati melarang kepala dinas dan lembaga melaksanakan dinas luar. “Mereka harus jadi contoh untuk masyarakat.”

Polisi di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, juga tidak mau kompromi. Ratusan peserta aksi Deklarasi Damai Bersama Masyarakat Kalteng, kemarin, diwajibkan menjalani tes cepat.

“Saya tidak ingin ada peserta aksi yang terjangkit covid-19 tanpa gejala. Jangan sampai kegiatan ini jadi klaster baru,” kata Kapolresta Komisaris Besar Dwi Tunggal Jaladri.

Dari Bandung, Jawa Barat, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Bandung, Atie Rachmiatie mengajak semua pihak terlibat dan berperan aktif dalam upaya penanganan pandemi. “Tenaga pendidik juga bisa mengambil peran dengan melakukan penelitian. Mereka bisa membantu menyelesaikan banyak persoalan yang tengah dialami masyrakat,” paparnya. (BB/LD/SS/BK/BY/DW/YK/JS/RF/N-2)

BERITA TERKAIT