27 November 2020, 02:55 WIB

Jumlah Kasus Covid-19 Capai 60 Juta


(AFP/Nur/Aiw/X-11) | Internasional

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.
 ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.
PEMUTAKHIRAN JUMLAH TERPAPAR COVID-19 DI INDONESIA: Warga berjalan di dekat layar imbauan pencegahan penyebaran COVID-19  

LEBIH dari 60 juta kasus virus korona baru atau covid-19 telah terdeteksi di seluruh dunia. Total ada 60.014.291 infeksi, yang menyebabkan 1.415.258 kematian, telah tercatat di seluruh dunia sejak pandemi muncul di Tiongkok akhir tahun lalu.

Penghitungan, yang menggunakan data dari otoritas nasional dan informasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ini mungkin hanya mencerminkan sebagian kecil dari jumlah infeksi yang sebenarnya.

Pasalnya, banyak negara kekurangan kapasitas pengujian atau hanya menguji kasus yang bergejala atau yang paling serius.

Wilayah Eropa, termasuk Rusia, telah mengalami 17,1 juta infeksi yang dikonfirmasi untuk hampir 388.000 kematian, menjadikannya wilayah dengan kasus terbanyak yang tercatat. Dalam sepekan terakhir, 1,7 juta kasus baru telah tercatat di 52 negara kawasan Eropa, 10% lebih sedikit dari pekan sebelumnya, yang menunjukkan bahwa penyebaran pandemi di sana melambat.

Di Korea Selatan, dilaporkan 583 kasus covid-19 baru terjadi kemarin, ketika negara itu tengah menghadapi gelombang infeksi ketiga. Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) mengatakan penambahan jumlah infeksi hingga melebihi 500 kasus ini merupakan yang tertinggi sejak 6 Maret lalu.

Menteri Kesehatan Korsel, Park Neung-hoo, prihatin karena jumlah pasien yang dikonfi rmasi berusia 20 hingga 30 tahunan telah melonjak menjadi 28% dari total kasus selama sebulan terakhir.

Anjuran berolahraga


WHO mengingatkan bahwa pandemi covid-19 bukan alasan untuk tidak berolahraga. Dalam pedoman aktivitas fi sik terbaru, WHO menekankan bahwa olahraga sangat penting untuk kesehatan fi sik dan mental.

“WHO mendesak semua orang untuk terus aktif meski di tengah pandemi. Jika kita tidak tetap aktif, kita berisiko menciptakan pandemi lain sebagai akibat dari perilaku tidak aktif,” kata kepala promosi kesehatan WHO Ruediger Krech.

WHO memperkirakan bahwa mendorong lebih banyak orang untuk berolahraga dapat mencegah hingga lima juta kematian setiap tahun.

Aktivitas fi sik secara teratur juga menjadi kunci mencegah dan membantu mengelola penyakit jantung, diabetes tipe-2, dan kanker. (AFP/Nur/Aiw/X-11)

BERITA TERKAIT