27 November 2020, 02:45 WIB

Babel Terima Penghargaan Top Inovasi Pelayanan Publik Penanganan


(RF/DY/J-1) | Nusantara

Dok.MI
 Dok.MI
 

PEMERINTAH Provinsi Bangka Belitung mendapatkan penghargaan Top Inovasi Pelayanan Publik Penanganan Covid-19 dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Penghargaan tersebut diserahkan Ketua Satgas Covid-19 Nasional yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Doni Monardo, kepada Gubernur Babel Erzaldi dalam acara Awarding Top Inovasi, Inovasi Penanganan Covid-19, dan Pengelola Pengaduan Pelayanan Publik Terbaik di Gedung Tribrata, Jakarta, Rabu (25/11).

Erzaldi mengatakan penghargaan ini berkaitan dengan aplikasi Fight Covid-19 yang telah menjadi trending dan digunakan seluruh masyarakat Indonesia.
Aplikasi ini, lanjut Erzaldi, dapat menekan jumlah penyebaran covid-19 melalui pelabuhan dan bandara. Aplikasi ini mendapat penilaian tertinggi oleh pemerintah pusat. “Alhamdulilah aplikasi Fight Covid-19 kita yang dikembangkan bersama Diskominfo,” kata Erzaldi, kemarin.

Sementara itu, Plt Gubernur Kalimantan Selatan, Rully Resnawan mengatakan pemanfaatan anggaran APBN dan APBD 2021 akan menfokuskan pada penanganan pandemi virus korona dan peningkatan ekonomi.

“Kita telah menerima DIPA 2021 dari Presiden Joko Widodo dengan arahan agar pemanfaatan anggaran difokuskan pada penanganan covid-19 serta pertumbuhan ekonomi,” ujar Rully, kemarin.

Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa tahun 2021 dari Presiden RI Joko Widodo kepada para menteri, kepala lembaga, dan kepala daerah secara virtual.

APBN pada 2021 akan fokus kepada empat hal meliputi penanganan kesehatan terkait penanganan covid-19, khususnya vaksinasi. Oleh sebab itu, anggaran
yang berkaitan dengan penguatan sarana prasarana kesehatan, seperti laboratorium, penelitian, dan pengembangan, sangat diperlukan.

Fokus kedua berkaitan dengan perlindungan sosial terutama bagi kelompok kurang mampu dan rentan. Fokus selanjutnya program pemulihan ekonomi terutama dukungan terhadap UMKM dan dunia usaha. Adapun fokus keempat ialah untuk membangun fondasi yang lebih kuat dengan melakukan reformasi
struktural baik kesehatan pendidikan perlindungan sosial dan bidang lainnya. (RF/DY/J-1)

BERITA TERKAIT