27 November 2020, 02:30 WIB

Demokrat Kecam Trump soal Flynn


Atikah Ishmawah Winahyu | Internasional

AFP
 AFP
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

KUBU Partai Demokrat mengecam tindakan Presiden AS Donald Trump yang telah memberi pengampunan kepada mantan penasihat keamanan nasional Michael Flynn.

Tindakan pengampunan itu diperkirakan akan terus dilakukan oleh Trump sebelum akhirnya meninggalkan Gedung Putih pada 20 Januari 2021.

Seorang tokoh Demokrat, Adam Schiff menilai Trump telah memanfaatkan kekuasaan untuk melindungi rekanrekannya. “Donald Trump telah berulang kali menyalahgunakan wewenang pengampunan untuk memberi penghargaan kepada teman-teman dan melindungi mereka yang menyembunyikannya,” cuitnya.

Noah Bookbinder, direktur eksekutif lembaga pengawas pemerintah nonprofit, mengatakan pengampunan Flynn sekali lagi  menunjukkan bahwa bagi Donald Trump, hukum dan kedisiplinan tidak berlaku bagi sekutu kulit putihnya yang kaya.

Michael Flynn pernah berbohong kepada FBI tentang kontaknya dengan Rusia. Ulahnya itu membuat DPR menginvestigasi keterkaitan kampanye Trump tahun 2016 dengan Moskow.

Pengumuman Trump membantu Flynn terhindar dari kemungkinan vonis penjara yang kini tengah dibahas di pengadilan federal Washington. Selain itu, kemungkinan menutup upaya penyelidik khusus Robert Mueller terhadap kampanye Trump yang sejauh ini sudah membuat enam tokoh kampanye mengaku bersalah atau segera divonis.

Trump mengungkapkan pengampunan itu melalui sebuah cuitan di Twitter. “Merupakan kehormatan saya untuk mengumumkan bahwa
Jenderal Michael T Flynn telah diberikan pengampunan penuh. Selamat kepada Jenderal Flynn dan keluarganya yang luar biasa, saya tahu Anda sekarang akan memiliki Thanksgiving yang benarbenar fantastis,” imbuhnya.

Sebelumnya Trump telah meringankan hukuman seorang sekutu lama yang sama, seperti Flynn, Roger Stone, yang divonis tiga tahun
penjara setelah dinyatakan bersalah berbohong kepada Kongres.

Beberapa sekutu lainnya yang kemungkinan mendapat ampunan ialah manajer kampanye Paul Manafort, penasihat George Papadopoulos,
mantan ahli strategi Gedung Putih Steve Bannon, serta pengacara pribadi Trump, Rudy Giuliani.


Pidato Biden

Presiden terpilih AS, Joe Biden, kemarin mengatakan bahwa orang Amerika tidak akan mendukung upaya untuk menggagalkan hasil pemilu. “Warga Amerika melaksanakan pemilu yang adil serta bebas, kemudian kita menghormati hasilnya,” kata Biden dalam pidato di Delaware menjelang liburan Thanksgiving.

Terpisah, Presiden Tiongkok Xi Jinping telah mengucapkan selamat kepada Biden dan menyatakan harapan untuk kerja sama yang saling menguntungkan di tengah konflik perdagangan, teknologi, dan keamanan. Tiongkok menjadi salah satu negara besar terakhir yang memberi selamat.

Xi mengatakan bahwa hubungan yang sehat dan stabil ialah harapan bersama masyarakat internasional. “Kami berharap kedua pihak akan menjunjung tinggi semangat nonkonflik dan nonkonfrontasi, saling menghormati dan melakukan kerja sama yang saling menguntungkan, mengontrol perbedaan dan mendorong pembangunan yang sehat dan stabil dari hubungan Tiongkok-AS,” ujarnya. (AFP/Nur/X-11)


 

BERITA TERKAIT