27 November 2020, 02:10 WIB

Mantan PM Sudan Meninggal karena Korona


MI | Internasional

AFP
 AFP
Mantan Perdana Menteri Sudan Sadiq al-Mahdi

MANTAN Perdana Menteri Sudan Sadiq al-Mahdi meninggal karena infeksi virus korona pada Kamis. Mahdi, 84, ialah perdana menteri terakhir yang terpilih secara demokratis di Sudan sebelum ia digulingkan pada 1989.

Mahdi digulingkan oleh Presiden Omar al-Bashir yang sekarang digulingkan dalam kudeta militer. Pemimpin Partai Umma Nasional Islam moderat itu dipindahkan ke Uni Emirat Arab untuk perawatan tiga minggu lalu setelah dirawat di rumah sakit di Sudan dan dinyatakan positif covid-19.

“Kami menyampaikan belasungkawa kami kepada rakyat Sudan atas kematiannya,” kata partainya dalam sebuah pernyataan.

Mahdi merupakan tokoh oposisi yang gigih selama pemerintahan Bashir yang berlangsung lama dan mendukung gerakan protes massal yang akhirnya mendorong militer untuk menggulingkan presiden tahun lalu.

Sudan sejauh ini mencatat hampir 17.000 kasus virus korona, termasuk lebih dari 1.200 kematian.

Kanselir Jerman Angela Merkel, pada Rabu, mengatakan bahwa Jerman akan memperpanjang pembatasan akibat virus korona yang ada saat ini hingga awal Januari, kecuali ada penurunan yang dramatis dalam hal infeksi.

Setelah melakukan pertemuan dengan 16 kepala negara bagian di Jerman, Merkel mengatakan bahwa langkah-langkah yang diberlakukan pada awal November, termasuk pembatasan pada pertemuan pribadi dan penutupan restoran, fasilitas rekreasi serta budaya, tidak dapat dicabut mengingat tingkat infeksi yang ada saat ini.

“Pembatasan akan dilanjutkan hingga 20 Desember dulu, tetapi kami menganggap bahwa karena tingkat infeksi yang sangat tinggi, pembatasan harus diberlakukan hingga awal Januari kecuali kita mengalami penurunan yang tidak terduga,” kata Merkel.

Dengan begitu, penutupan restoran, bar, fasilitas olahraga, dan tempat budaya di negara ekonomi terbesar di Eropa itu akan terus berlanjut meskipun sekolah dan toko akan tetap buka.

Sementara itu, Pfizer mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan hasil tes vaksin covid-19 kepada kantor regulator kesehatan Brasil.

“Ini merupakan langkah penting agar vaksin dapat tersedia di Brasil,” kata Pfizer dalam sebuah pernyataan dalam bahasa Portugis.

Brasil memiliki angka kematian akibat covid-19 tertinggi di dunia setelah Amerika Serikat. Negara dengan populasi 212 juta tersebut telah mencatat lebih dari enam juta kasus virus korona baru sejak pandemi dimulai. (AFP/Nur/I-1)

BERITA TERKAIT