26 November 2020, 21:39 WIB

Survei SMRC: Mayoritas Publik Tak Suka Rizieq


Putra Ananda | Politik dan Hukum

Antara
 Antara
.

BERDASARKAN hasil survei nasional yang digelar Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), mayoritas masyrakat Indonesia kurang menyukai sosok pemimpin FPI Rizieq Shihab. Dari 1201 responden yang dipilih secara acak sebanyak 73% mengaku mengetahui Rizie. Dari jumlah tersebut, hanya 43% yang menyukai sosok Rizieq.

"Tingkat kesukaan masyarakat terhadap HRS (Rizieq) jauh lebih rendah dibanding tokoh-tokoh lain yang disukai oleh lebih dari 70%," ungkap Eksekutif SMRC Sirajuddin Abbas dalam rilis survei 'Sikap Publik Nasional terhadap FPI, MRS, dan Respons Pemerintah' yang dilaksanakan secara virtual, Kamis (26/11).

Tingkat kesukaan masyarakat kepada Rizieq tertinggal jauh diibandingkan tokoh-tokoh lain yang juga ikut disurvei oleh SMRC. Seperti Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo dengan tingkat kesukaan masyarakat 85%, Sandiaga Uno 84%, Khofifah Indar Parawnas 83%, Agus Harimurti Yudhoyono 76%, Prabowo Subianto 75%, dan Anies Baswedan 74%.

"Kesukaan lebih penting dibanding awareness, sehingga Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, Sandiaga Uno, dan Khofifah paling atas, lalu AHY, Prabowo, dan Anies di lapisan kedua. Sementara HRS (Rizieq) jauh di bawah," papar Sirajuddin.

Selain itu, survei juga membahas tentang acara resepsi pernikahan dan Maulid Nabi yang diselenggarakan oleh Rizieq dan diikuti oleh ribuan pengikutnya. Dari survei tersebut 49% responden memnyatakan tahu bahwa acara tersebut dilakukan dengan mengabaikan protokol kesehatan covid-19.

"Di antara yang tahu acara tersebut, mayoritas, 77%, setuju seandainya aparat keamanan membubarkan acara tersebut dengan alasan covid-19. Sementara yang tidak setuju 17%, dan tidak menjawab 6%," lanjutnya.

Terkait acara kearamaian yang diadakan oleh Rizieq, SMRC juga merilis bahwa sebanyak 42% responden menyatakan setuju bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah gagal menjalankan aturan PSBB secara adil kepada semua warga Ibu Kota. Anies dinilai menerapkan kebijakan PSBB dengan mempertimbangkan etnis, agama, dan golongan.

"Sikap tersebut nampaknya berhubungan dengan awareness warga terhadap acara resepsi pernikahan dan maulid Nabi yang diselenggarakan Rizieq. Di antara yang tahu acara tersebut, yang setuju bahwa Gubernur DKI Jakarta telah gagal menjalankan aturan PSBB secara adil proporsinya lebih besar, yakni 57%," tandasnya.

Sementara, Survei nasional sebelumnya yang dilakukan SMRC pada Januari 2018 menunjukkan bahwa NU dan Muhammadiyah adalah organisasi yang lebih banyak dikenal dan lebih didukung oleh warga.

"Awareness terhadap NU dan Muhammadiyah sekitar 79-80%, tidak berbeda signifikan secara statistik. Sementara yang tahu FPI 59%. Organisasi yang perjuangannya paling banyak mendapat dukungan adalah NU (didukung oleh 80% dari yang aware), selanjutnya Muhammadiyah (58%), dan paling rendah FPI (33%)," pungkasnya. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT