26 November 2020, 18:40 WIB

Gencarkan Pencegahan Covid-19, Negara Bisa Hemat Rp500 Triliun


Atalya Puspa | Humaniora

Antara/Reno Esnir
 Antara/Reno Esnir
Petugas kepolisian melakukan sosialisasi protokol kesehatan di kawasan Bundaran HI, Jakarta.

APABILA masyarakat Indonesia disipilin menerapkan protokol kesehatan, Indonesia dapat menghemat belanja negara untuk penanganan pandemi covid-19.

Apalagi ditambah upaya pemerintah yang aktif menjalankan 3T, yakni tracing, testing dan treatment). Hal itu diungkapkan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Hasbullah Thabrany.

"Kita bisa menghemat sampai Rp500 triliun dan menggunakannya untuk membangun ekonomi Indonesia,” papar Hasbullah dalam dialog virtual, Kamis (26/11).

Baca juga: Pemerintah Tambah Anggaran untuk Vaksinasi Covid-19

Lebih lanjut, Hasbullah memperkirakan jika pasien covid-19 dirawat lebih dari 30 hari, apalagi harus masuk ICU, dana yang dibutuhkan lebih dari Rp100 juta.

"Masyarakat perlu paham. Meski ditanggung negara, jangan merasa nyaman dan tidak peduli protokol kesehatan,” pungkasnya.

“Ingat, saat dirawat kita menjadi tidak produktif. Itu sudah kehilangan banyak pendapatan per hari. Belum lagi setiap hari pasien merasa khawatir dengan kondisi kesehatannya,” imbuh Hasbullah.

Menurutnya, cara terbaik agar masyarakat dan negara tidak mengalami kerugian akibat covid-19 ialah menggencarkan upaya pencegahan. Hasbullah mengingatkan warga untuk disiplin terhadap protokol kesehatan.

Baca juga: Ada Vaksin Covid-19, Protokol Kesehatan Harus Tetap Jalan

“Meskipun harga vaksin belum keluar nilainya, tapi misal harganya katakanlah Rp200 ribu, investasi ini akan memberikan kita peluang lebih aman dari risiko infeksi,” jelas dia.

Dia menekanka bahwa  vaksin terbukti dapat memberikan aspek keamanan dan ketenangan. Seperti, kasus penyakit TBC. "Karena hampir semua orang sudah divaksinasi BCG, kita bisa tenang menjalani kehidupan”, tutur Hasbullah.

Kemudian dari perspektif agama, dia menilai upaya pencegahan penyakit menular sama derajatnya dengan melakukan ibadah. Hasbullah pun mengimbau agar masyarakat tetap berpikir positif, selektif dan cerdas dalam menerima informasi terkait covid-19.(OL-11)

BERITA TERKAIT