26 November 2020, 16:40 WIB

Survei LSI Network: Paslon NasDem di Pilkada Cianjur Unggul


Benny Bastiandy | Nusantara

Antara
 Antara
Unjukrasa mendukung Pilkada 2020 berlangsung jujur dan adil (jurdil)

PASANGAN calon Bupati dan Wakil Bupati Cianjur nomor urut 3, Herman Suherman dan Tb Mulyana Syahrudin (BHS-M) berada di atas angin. Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network, tingkat elektabilitas pasangan calon yang diusung Golkar, NasDem, PDI Perjuangan, PAN, dan PPP itu berada pada posisi 57,3% atau jauh meninggalkan tiga pasangan kandidat lainnya.

"Dalam waktu kurang dari satu bulan sebelum pemilihan pada 9 Desember 2020, pasangan Herman Suherman dan Tb Mulyana Syahrudin rasanya akan sulit terkejar," kata Peneliti Senior Lingkaran LSI Network Denny JA, Toto Izul Fatah, pada konferensi pers di Cianjur, Kamis (26/11).

Hasil survei LSI Network Denny JA terhadap preferensi pemilih pada Pilkada Kabupaten Cianjur dilakukan pada 9-13 November 2020. Survei dilakukan menggunakan metode standar berupa multistage random sampling dan wawancara
tatap muka dengan jumlah responden 440 orang dan margin of error sebesar 4,8%.

"Seberapa jauh akurasinya? sejauh ini hasil survei yang kami lakukan sangat akurat. Tapi dengan catatan, tidak terjadi tsunami politik atau money politics," tegas Toto.

Dari hasil survei LSI Network Denny JA, elektabilitas preferensi pemilih tiga kandidat lain yakni pasangan calon nomor urut 4, Lepi Ali Firmansyah dan Gilar Budi Raharja (Pilar) sebesar 19,1%, pasangan calon nomor urut 2, Oting Zainal Mutaqin dan Wawan Setiawan (OTW) sebesar 10,2%, dan pasangan calon nomor urut 1, Muhammad Toha dan Ade Sobari sebesar 4,8%.

"Posisi elektabilitas ketiga pasangan cukup berat untuk bisa menyalip pasangan Herman Suherman dan Tb Mulyana Syahrudin karena selisihnya bukan saja sudah jauh di atas margin of error sebesar 4,8%, tapi juga sisa waktu  pelaksanaan Pilkada 9 Desember yang kurang dari satu bulan lagi," jelas Toto.

Karena itu, jelas Toto, terbuka peluang besar pasangan calon Herman Suherman dan Tb Mulyana Syahrudin  memenangkan Pilkada 2020. Potensi peluang pasangan Herman Suherman dan Tb Mulyana Syahrudin juga terpotret dari beberapa variabel penting dalam survei. Misalnya, dukungan unggul yang
relatif merata di semua segmen demografis seperti gender, usia, suku, agama, ormas, tingkat pendidikan, tingkat penghasilan, profesi, dan zona dapil.

"Bahkan, pada segmen pemilih partai politik, pasangan Herman dan Mulyana ini cukup jauh meninggalkan yang lain. Dukungan cukup solid datang dari pemilih PDIP dan Golkar," terangnya.

Ada hal yang cukup menarik dari hasil survei LSI Network Denny JA. Para pemilih partai Gerindra dan Demokrat yang mengusung pasangan Oting Zaenal Mutaqin dan Wawan Setiawan, mayoritas memilih pasangan Herman Suherman dan Tb Mulyana Syahrudin.

"Faktor lain peluang kemenangan pasangan Herman Suherman dan Tb Mulyana Syahrudin yakni secara personal elektabilitas calon bupati dan wakil bupatinya cukup tinggi. Herman Suherman berada pada posisi 57,0%) dan Tb Mulyana Syahrudin berada pada posisi 26,8%," ungkapnya.

Begitu juga denganstrong supporter atau pemilih militan. Angkanya cukup tinggi sebesar 38,9%. Toto menegaskan, berdasarkan pengalaman LSI melakukan ratusan kali survei, pemilih yang berkategori seperti ini biasanya  tak pernah goyah sampai hari H pencoblosan.

"Sementara strong supporter tiga pasang kandidat lain yakni Lepi dan Gilar sebesar 10,7%, Oting dan Wawan sebesae 3,9%, serta Toha dan Ade sebesar 1,8%," imbuhnya.

Dari sisi ini, kata Toto, ketiga pasangan calon belum punya cukup modal elektabilitas yang aman untuk menang. Namun begitu, jelas Toto, bukan berarti peluang menang tertutup sama sekali.

"Masih ada pemilih yang berkategori cair atau soft supporter sekitar 44,7%. Inilah lahan tak bertuan yang masih bisa diperebutkan siapa saja. Tapi untuk memperebutkan soft supporter ini tentu bukan perkara mudah," tegas Toto.

Toto memandang, cenderung masih rendahnya tingkat elektabilitas ketiga pasangan calon (Pilar, OTW, dan HaDe) karena terkendala tingkat pengenalan dan kesukaan. Padahal, pengenalan dan kesukaan itu merupakan variabel
penting dalam survei yang sudah menjadi salah satu hukum besi untuk menang.

"Semakin dikenal, maka semakin besar peluangnya untuk menang. Begitu juga sebaliknya, semakin kecil pengenalan, makin kecil juga peluang untuk menang," imbuhnya. (OL-13)

Baca Juga: Petani bakal Pintar jika Penyuluh Bisa Tulis Karya Ilmiah

BERITA TERKAIT