26 November 2020, 16:10 WIB

Lima Kantor Pemerintah di NTT Ditutup Karena Covid-19


Palce Amalo | Nusantara

AFP
 AFP
Ilustrasi 

LIMA kantor pemerintah di Nusa Tenggara Timur (NTT) tutup sementara mulai Kamis (26/11) lantaran pegawai di kantor tersebut terkonfirmasi positif covid-19. Sedangkan pegawai lainnya diketahui kontak erat dengan pasien korona sedang menjalani pemeriksaan swab di rumah sakit.

Lima kantor itu ialah Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) NTT di Kupang, dan empat kantor di Kabupaten Sumba Barat Daya yakni bappeda, badan kepegawaian daerah (BKD), Dinas Kesehatan, dan kantor keuangan.

Untuk pegawai yang terkonfirmasi positif korona di Bapelitbangda berjumlah tujuh orang, mereka diketahui positif korona setelah menjalani pemeriksawaan swab, kembali dari menghadiri pesta pernikahan teman di So'e, ibu Kabupaten Timor Tengah Selatan.

"Mereka menghadiri pesta pernikahan di So'e, kemungkinan terjangkit korona di sana," kata Karo Humas dan Protokol NTT Marius Jelamu di Kupang. Dinas kesehatan Kota Kupang sedang melakukan tracing terhadap anggota keluarga tujuh orang tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumba Barat Daya dokter Yulianus Kaleka menyebutkan penutupan sementara tujuh kantor sesuai surat yang diterima dari gugus tugas covid-19 setempat.

"Ada petugas kesehatan dari puskesmas positif korona datang ke dinas kesehatan, dan suaminya yang juga aparatur sipil negara ternyata positif korona, datang ke kantor BKD, bappeda dan kantor keuangan," katanya saat
dihubungi lewat telepon, Kamis (26/11).

Dokter Yulianus menyebutkan dua anak pasangan suami-istri itu juga  posittif korona sedang menjalani perawatan. Sedangan petugas kesehatan sedang melakukan tracing untuk melakukan pemeriksaan swab terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak erat. "Ada dua orang termasuk saya di dinas kesehatan melakukan test swab semoga hasilnya negatif," katanya.

Menurutnya, pemeriksaan swab hanya dilakukan terhadap pegawai yang melakukan kontak erat, sedang menjalani karantina mandiri di rumah, sedangkan pegawai tidak melakukan kontak erat bekerja dari rumah. Dia mengatakan karantina mandiri dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah penyebaran virrus korona. (OL-13)

Baca Juga: Virus Korona Bisa Mati karena Sinar Matahari: Hoaks

BERITA TERKAIT