26 November 2020, 01:15 WIB

Biden Janji Wakili Rakyat AS 


Nur Aivanni | Internasional

AFP
 AFP
Presiden AS terpilih Joe Biden berbicara selama acara pengumuman kabinet di Wilmington, Delaware, AS, Selasa (24/11)

PRESIDEN Amerika Serikat terpilih, Joe Biden, menyatakan bahwa masa kepresidenannya tidak akan menjadi seperti masa jabatan Barack Obama yang ketiga dan berjanji untuk mewakili seluruh spektrum rakyat AS dan faksi di Partai Demokrat.

“Ini bukan masa jabatan Obama yang ketiga. Kami menghadapi dunia yang sama sekali berbeda dari yang kami hadapi di era Obama-Biden. Donald Trump telah meng ubah lanskap tersebut,” kata Biden saat diwawancarai NBC News, kemarin.

Pemerintahannya, kata Biden, bertujuan mewakili seluruh spektrum rakyat Amerika ataupun faksi di Partai Demokrat. Dia bahkan akan mempertimbangkan menunjuk seseorang dari Partai Republik untuk duduk di kabinetnya. “Saya ingin negara ini bersatu,” kata Biden.

Biden juga mengatakan tidak akan menggunakan Kementerian Kehakiman untuk menyelidiki Trump meski ada tekanan dari beberapa anggota Demokrat terkait dengan urusan keuangan Trump. “Ada sejumlah investigasi yang pernah saya baca di tingkat negara bagian. Tidak ada sama sekali yang saya bisa atau tidak bisa lakukan tentang itu,” kata Biden.

Terpisah, Biden kini telah disetujui untuk menerima laporan harian intelijen. Itu berarti dia akan memiliki akses ke laporan intelijen terbaru tentang ancaman keamanan nasional utama di seluruh dunia.

“Mengikuti arahan dari Undang-Undang Transisi Presiden, Kantor Direktur Intelijen Nasional akan memberikan dukungan yang diminta kepada tim transisi. Gedung Putih sudah setuju agar kami menyediakan laporan harian untuk Biden,” ungkap seorang pejabat pemerintah.


Menang di negara bagian 

Sejumlah negara bagian kemarin telah mengesahkan kemenangan pasangan Joe Biden-Kamala Harris dalam pilpres AS. “Seperti yang dipersyaratkan hukum federal, saya telah menanda tangani Certificate of Ascertainment untuk daftar pemilih bagi Joe Biden dan Kamala Harris,” cicit Gubernur Pennsylvania, Tom Wolf.

Hasil di Pennsylvania menunjukkan Biden dan Harris meraih 3,46 juta suara, sedangkan Trump dan Mike Pence mendapat 3,38 juta. Kemenangan Biden di Pennsylvania memberinya perolehan 20 suara elektoral dan menempatkannya di atas 270 suara yang dibutuhkan. Biden telah mengumpulkan 306 suara elektoral secara keseluruhan jika dibandingkan dengan Trump yang memperoleh 232 suara.

Mahkamah Agung Nevada juga mengesahkan kemenangan Joe Biden. Biden mendapat 50,06% suara dan Trump 47,67%. Di Minnesota, dewan penyidik negara bagian mengesahkan hasil pemilu dan menyatakan Joe Biden menjadi pemenang. Biden mengalahkan Trump di Minnesota dengan lebih dari 233 ribu suara atau sekitar 7 poin persentase. Hasil itu disertifikasi dengan suara 5-0 tanpa perdebatan dan Biden secara resmi mendapatkan 10 suara elektoral negara bagian.

Sekitar 58% pemilih atau sekitar 1,9 juta dari hampir 3,3 juta pemilih di Minnesota memberikan suara melalui surat.

“Dengan kata lain, hanya 42% pemilih yang benar-benar memberikan suara dengan cara tradisional, yaitu datang ke tempat pemungutan suara yang ditentukan. Itu adalah transformasi yang luar biasa dalam waktu yang sangat singkat,” kata seorang pejabat Minnesota, Steve Simon. (AFP/Aiw/X-11)

BERITA TERKAIT