24 November 2020, 07:54 WIB

WHO Berharap Ada Jaminan Negara Miskin Dapat Vaksin Covid-19


Basuki Eka Purnama | Internasional

AFP/JOEL SAGET
 AFP/JOEL SAGET
Foto ilustrasi vaksin covid-19 bersama logo Universitas Oxford dan AstraZeneca.

DENGAN vaksin covid-19 segera diluncurkan, negara-negara termiskin di dunia tidak boleh dilewatkan saat negara-negara berebut mendapatkan vaksin virus korona itu. Hal itu dikatakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Senin (23/11).

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan hasil terakhir dari uji klinis kandidat vaksin covid-19 menunjukkan hasil yang mengembirakan sehingga pandemi ini berpeluang segera diakhirnya.

Namun, dia mengingatkan dunia agar memastikan distribusi vaksin itu berlaku adil bagi semua negara.

Baca juga: Covid-19 tidak Terkendali di Gaza

"Setiap negara pastinya ingin melakukan segala yang mungkin untuk melindungi warganya," ujar Tedros dalam konferensi pers secara virtual.

"Namun, ada risiko negara yang paling miskin akan tertinggal dalam persaingan untuk mendapatkan vaksin," imbuhnya.

AstraZeneca dan Universitas Oxford mengatakan vaksin mereka rata-rata efektif 70% untuk menghentikan covid-19 setelah melakukan uji coba pada 23 ribu, beberapa hari setelah dua kandidat vaksin covid-19 lainnya mengklaim memiliki efektivitas lebih dari 90%.

"Dengan kabar positif terbaru dari uji coba vaksin, cahaya di ujung terowongan terlihat semakin cerah. Kini ada harapan nyata bahwa vaksin akan membantu mengakhiri pandemi ini," kata Tedros.

"Keberhasilan ini tidak bisa diremehkan. Tidak ada vaksin dalam sejarah yang dikembangkan secepat ini. Komunitas ilmiah telah menetapkan standar baru dalam penelitian vaksin," pungkasnya. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT