19 November 2020, 10:40 WIB

Tiongkok Miliki 5 Kandidat Vaksin Covid-19 Tahap Uji Klinis Fase 3


Indrastuti | Internasional

AFP/JUSTIN TALLIS
 AFP/JUSTIN TALLIS
Sinovac, salah satu dari 5 kandidat vaksin covid-19 Tiongkok yang sedang menjalani uji klinis fase 3, Selasa (17/11).

Tiongkok memiliki lima vaksin untuk covid-19 yang saat ini menjalani uji klinis fase III di beberapa negara asing, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri di Beijing, Rabu(18/11), demikian dilansir dari laman Dewan Negara Republik Rakyat Tiongkok.

Juru bicara Zhao Lijian mengatakan, bahwa sejak pandemi covid-19 merebak, pemerintah Tiongkok melakukan lima pendekatan teknologi untuk mengembangkan vaksin covid-19, yaitu vaksin inaktif, vaksin protein rekombinan, vaksin vektor adenovirus, vaksin yang menggunakan virus influenza yang dilemahkan sebagai vekto , dan vaksin asam nukleat. Ia mengatakan bahwa Tiongkok sedang melakukan penelitian dan pengembangan sesuai prosedur standar.

Baca juga: Portugal Berencana Perpanjang Pembatasan Covid-19

Dia mengatakan saat ini Tiongkok memiliki lima vaksin untuk covid-19 yang saat ini sedang menjalani uji klinis fase III di Uni Emirat Arab, Brasil, Pakistan, dan Peru, serta beberapa vaksin lain yang sedang menjalani uji klinis fase I dan II.

Tiongkok, lanjut Zhao, juga selalu aktif melakukan kerja sama pengembangan vaksin internasional melalui jalur multilateral dan bilateral serta memelihara komunikasi dan kerja sama yang erat dengan organisasi internasional seperti WHO, Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi, serta Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi.

Dia mengatakan China berpartisipasi dalam inisiatif Akselerator Access to COVID-19 Tools (ACT) yang disponsori WHO, dan bergabung dengan fasilitas COVAX untuk mempromosikan distribusi vaksin yang adil dan memastikan bahwa vaksin disediakan untuk negara-negara berkembang.

Zhao mengatakan Tiongkok mengharapkan vaksin yang diproduksi, akan dimasukkan dalam daftar pembelian inisiatif COVAX sejak dini setelah menyelesaikan penelitian dan uji klinis agar dapat berkontribusi pada aksesibilitas dan keterjangkauan vaksin di negara berkembang.(H-3)

BERITA TERKAIT