17 November 2020, 10:48 WIB

65 Karyawan di Markas Besar WHO Positif Covid-19


Atikah Ishmah Winahyu | Internasional

AFP/Fabrice COFFRINI
 AFP/Fabrice COFFRINI
Logo WHO terlihat di markas besar Organisasi Kesehatan Dunia itu di Jenewa, Swiss.

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) sedang menghadapi klaster covid-19 di markas besarnya sendiri, di Jenewa, Swiss. Tercatat ada 65 kasus covid-19 pada staf WHO, lima pekerja di antaranya terinfeksi dan melakukan kontak satu sama lain.

Kini, WHO sedang menyelidiki bagaimana dan di mana lima orang tersebut terinfeksi dan belum ditentukan apakah penularan terjadi di kantornya.

"Sepengetahuan saya, klaster yang sedang diselidiki adalah bukti pertama kemungkinan penularan di markas WHO," kata Kepala Darurat WHO Michael Ryan, dalam konferensi pers, Senin (16/11).

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Korsel Perketat Aturan Jaga Jarak

Berdasarkan surel yang beredar, diungkapkan setengan dari kasus yang tercatat menimpa karyawan yang bekerja dari rumah. Tetapi, 32 orang lainnya bekerja di kantor, tempat lebih dari 2 ribu orang biasanya bekerja dan agensi mengatakan telah memberlakukan protokol kesehatan yang ketat, kebersihan, screening, dan tindakan pencegahan lainnya.

Kepala operasi bisnis WHO Raul Thomas mencatat lima orang, yang empat di antaranya, berada di tim yang sama dan satu orang yang melakukan kontak dengn mereka dinyatakan positif covid-19.

Hal ini dapat menunjukkan bahwa pengendalian dasar infeksi dan prosedur menjaga jarak yang diterapkan telah dilanggar/tidak berjalan dengan baik.

“Kami memiliki beberapa kasus yang telah dikaitkan dengan tempat tersebut. Kami juga memiliki beberapa kasus dalam seminggu terakhir yang saling terkait,” kata pimpinan teknis WHO untuk COVID-19 Maria Van Kerkhove.

Dia berpendapat, masih ada kemungkinan para staf terinfeksi covid-19 di luar kantor, sehingga WHO saat ini tengah melakukan investigasi epidemologi untuk menemukan sumber penularannya.

Dua minggu yang lalu, Van Kerkhove telah mengatakan bahwa tidak ada lagi transmisi di markas besar namun agensi masih memonitoringnya.

WHO sebagai koordinator global dalam merespon pandemi covid-19, sebelumnya telah megatakan bahwa sejumlah stafnya telah terinfeksi, namun belum menyebutkan jumlah/rinciannya.

“Sesuai protokol standar, para staf menerima perawatan medis yang diperlukan dan memulihkan diri di rumah,” bunyi surel tersebut.

“Lima kasus terakhir ini membuat jumlah total yang dilaporkan dari anggota yang terkena dampak dari klaster pekerja yang berbasis di Jenewa menjadi 65 sejak awal pandemi,” imbuhnya.

Dari 65 kasus, 49 di antaranya telah terjadi dalam delapan minggu terakhir, sejalan dengan situasi yang dilaporkan di Jenewa dan sekitarnya. Namun, 16 kasus sisanya belum jelas kapan terjadinya.

Dari surel yang beredar tidak menyebutkan secara spesifik siapa saja yang terinfeksi, namun, seorang staf WHO yang mengetahui situasi tersebut menyatakan bahwa di antara lima kasus, salah satunya merupakan anggota tim kepemimpinan direktur jenderal WHO yang juga seorang spesialis pengendalian infeksi. (Euro News/OL-1)

BERITA TERKAIT