17 November 2020, 02:35 WIB

Mitos Vaksin Salah, Faktanya Vaksin Aman


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

Dok. Kominfo
 Dok. Kominfo
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Dr dr Cissy Kartasasmita Sp.A (K) M.Sc.

KINI berbagai negara di dunia tengah melakukan upaya menemukan vaksin covid-19 termasuk Indonesia. Uji klinik vaksin Sinovac telah masuk tahap uji klinis ketiga dan selesai melakukan penyuntikan kepada seluruh relawan.

Penelitian tersebut dikawal langsung Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) untuk memastikan keamanan dan kemanjurannya sebelum nantinya digunakan kepada masyarakat.

Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Cissy Kartasasmita mengatakan mitos seputar vaksin cukup banyak. Oleh karena itu, masyarakat harus pandai memastikan informasi yang benar dan meninggalkan hal-hal yang tidak masuk akal.

“Yang perlu diketahui apabila kita melakukan imunisasi pada banyak orang akan timbul yang disebut dengan imunitas populasi atau di ke nal dengan herd immunity. Ini melindungi orang lain yang belum atau tidak bisa diberi vaksin seperti bayi atau orang dengan penyakit gangguan imun,” kata Cissy dalam dialog bertema Keamanan vaksin dan menjawab mitos dengan fakta, yang di selenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Jakarta kemarin.

Penolakan yang luas terhadap vaksin covid-19 justru menghambat terciptanya kekebalan kelompok yang diinginkan. Padahal minimal cakupan imunisasi covid-19 mencapai 70% dari jumlah populasi.

“Laporan keamanan uji klinik vaksin covid-19 fase satu dan dua telah dipublikasikan dan menunjukkan hasil yang baik. Hasil tersebut yang menarik minat lebih dari 2.000 relawan berpartisipasi pada uji klinik fase ketiga di Bandung,” lanjut Cissy.

“Tidak ditemukan efek samping yang berat. Info atau berita mengenai ada relawan meninggal, sakit berat, dan sakit punggung itu tidak terbukti dari hasil uji klinik vaksin covid-19. Setelah dilakukan penelitian, kejadiannya ternyata tidak berhubungan langsung dengan vaksinasi,” lanjut Ciccy.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kemarin mencatat rekor kasus harian covid-19 selama akhir pekan. Angka WHO untuk hari Sabtu (14/11) menunjukkan 660.905 kasus korona dilaporkan ke badan kesehatan PBB tersebut.

“Jumlah kasus tersebut melampaui rekor harian tertinggi sebelumnya yang berada di angka 614.013 yang tercatat pada Sabtu (7/11),” tandas Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Fer/Nur/AFP/X-3)

BERITA TERKAIT