11 November 2020, 23:37 WIB

Polri Lobi Bupati Intan Jaya untuk Autopsi Pendeta Yeremia


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan

Antara
 Antara
Ilustrasi

PENGUSUTAN kasus dugaan pembunuhan pendeta Yeremia Zanambani bermasalah karena pihak keluarga dan kuasa hukum menolak untuk dilaksanakannya autopsi.

Sejauh ini, penyidik, khususnya Polda Papua masih bernegoisasi dengan pihak keluarga.

"Karena memang pihak keterangan forensik RS Bhayangkara Makassar mengharapkan untuk autopsinya itu di Mimika. Harus diterbangkan ke Mimika," ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono di Mabes Polri, Rabu (11/11).

Pasalnya, Awi menyebut pihaknya tak merekomendasikan untuk melakukan autopsi di Intan Jaya. Sebab, proses autopsi tidak akan berjalan kondusif apabila dilakukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Baca juga : Polda Banten Tangkap Produsen Madu Palsu

"Inilah yang jadi permasalahan di dalam proses penyidikan. Bagaimana kita menentukan kematiannya? Kalau tidak ada autopsi," ujarnya.

Maka, Awi mengatakan Polda Papua akan terus berusaha mengusut penyebab kematian Yeremia.

"Polda Papua juga terus tidak berhenti sampai di sini masih berusaha. Bahkan besok Wakapolda Papua akan ke Timika untuk berbicara dengan Bupati Intan Jaya," ungkapnya.

Sebelumnya, keluarga Pendeta Yeremia Zanambani menolak proses autopsi jenazah mendiang ayahnya.

Anggota Tim Kuasa Hukum Keluarga Yeremia, Yohanis Mambrasar menuturkan alasan keluarga menklak autopsi dikarenakan adanya bentuk budaya kepercayaan erat dari keluarga yang meyakini bakal ada bencana bila jenazah yang sudah dikebumikan diangkat lagi. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT